PALANGKA RAYA, radarsampit.jawapos.com – Kebakaran hebat melanda kawasan padat penduduk di Jalan Dr Murjani, Gang Sari 45, Kelurahan Pahandut, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya, Minggu (12/7). Sedikitnya 25 bangunan ludes dilalap api dalam peristiwa yang diduga dipicu korsleting listrik.
Api pertama kali diketahui sekitar pukul 13.10 WIB dan dengan cepat menjalar ke bangunan di sekitarnya. Sebagian besar rumah yang terbakar berbahan kayu dan berdiri berdempetan sehingga kobaran api sulit dikendalikan.
Saksi mata, Sauki, mengatakan api diduga berasal dari bagian atas dapur salah satu rumah.
"Api berasal dari bagian atas dapur. Diduga karena korsleting listrik. Api cepat sekali membesar karena banyak rumah berbahan kayu dan angin sedang kencang. Ada juga beberapa warga yang mengalami luka ringan," ujarnya.
Ketua BPK Kamboja, Sucipto, mengungkapkan berdasarkan data sementara terdapat 23 rumah, satu barak, dan satu bangunan sekolah yang hangus terbakar. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai miliaran rupiah.
"Informasi kami terima melalui grup WhatsApp pukul 13.10 WIB. Tim langsung bergerak. Api berhasil dicegah agar tidak meluas. Saat ini petugas tinggal melakukan pendinginan atau overhaul," katanya.
Proses pemadaman melibatkan puluhan unit Barisan Pemadam Kebakaran (BPK), BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Palangka Raya, TNI, Polri, PLN, TSAK, serta Tim Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah. Petugas membutuhkan waktu sekitar dua jam hingga kobaran api berhasil dikuasai.
Sucipto menjelaskan, upaya pemadaman sempat terkendala akses menuju lokasi yang sempit, banyaknya warga yang melakukan evakuasi, serta terbatasnya pasokan air akibat musim kemarau.
"Tidak ada korban jiwa. Penyebab kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan pihak berwenang. Kami sudah menurunkan tim kesehatan, berkoordinasi dengan BPBD untuk tenda pengungsian, sementara Dinas Sosial menyiapkan dapur umum," jelasnya.
Sementara itu, Camat Pahandut, Said Zain Bachsin, mengatakan pemerintah bersama Dinas Sosial, BPBD, pihak kelurahan, dan ketua RT telah melakukan pendataan terhadap seluruh warga yang terdampak kebakaran.
Selain menyiapkan lokasi pengungsian, pemerintah juga menyediakan layanan kesehatan dan dapur umum guna memenuhi kebutuhan para korban selama masa tanggap darurat.
Dalam peristiwa tersebut, satu warga dilaporkan sempat pingsan akibat syok, sementara seorang anggota BPK mengalami luka ringan saat membantu proses pemadaman. Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. (ant)
Editor : Slamet Harmoko