PALANGKA RAYA, radarsampit.jawapos.com – Pemerintah Kota Palangka Raya terus memperkuat kualitas pendidikan melalui penyelenggaraan Kompetisi Guru Berprestasi Tahun 2026.
Ajang ini menjadi wadah apresiasi bagi para pendidik yang berdedikasi sekaligus mendorong lahirnya inovasi pembelajaran untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing.
Salah satu aspek utama yang menjadi penilaian dalam kompetisi tersebut adalah kemampuan guru menghadirkan pembelajaran yang inovatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Penilaian itu sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota Palangka Raya dalam memperkuat ekosistem digital di sekolah guna meningkatkan mutu proses belajar mengajar.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Aprae Vico Ranan, mengatakan kompetisi ini menjadi momentum bagi para guru untuk menunjukkan karya, kreativitas, serta kontribusi nyata dalam menciptakan pembelajaran yang berkualitas dan menginspirasi.
"Kompetisi Guru Berprestasi bukan sekadar ajang mencari pemenang, tetapi menjadi ruang bagi para pendidik terbaik untuk menunjukkan dedikasi, inovasi, dan prestasi dalam memajukan dunia pendidikan. Tunjukkan karya, kreativitas, serta kontribusi nyata dalam menciptakan pembelajaran yang berkualitas dan inspiratif. Jadilah bagian dari insan pendidikan yang menginspirasi," ujarnya, Jumat (10/7/2026).
Menurut Aprae, peran guru tidak hanya sebatas menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga membentuk karakter, menanamkan nilai-nilai moral, serta mencetak generasi yang berkualitas sebagai modal utama pembangunan daerah maupun nasional.
Ia menambahkan, perkembangan dunia pendidikan menuntut para guru terus beradaptasi dengan berbagai perubahan, termasuk memanfaatkan teknologi digital dalam proses pembelajaran. Karena itu, peningkatan kompetensi tenaga pendidik menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah.
Kompetisi Guru Berprestasi Tahun 2026 juga diharapkan menjadi ruang berbagi praktik baik antarguru. Berbagai inovasi pembelajaran yang lahir dari para peserta diharapkan dapat diterapkan lebih luas di sekolah-sekolah sehingga memberikan manfaat bagi semakin banyak peserta didik.
Selain mengukur kompetensi akademik dan profesionalisme guru, kompetisi tersebut juga menjadi indikator keberhasilan berbagai program strategis Pemerintah Kota Palangka Raya di sektor pendidikan, mulai dari penguatan ekosistem digital, peningkatan kapasitas tenaga pendidik, hingga pengembangan metode pembelajaran berbasis kreativitas.
Aprae berharap melalui ajang tersebut akan lahir semakin banyak guru inspiratif yang mampu menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
"Guru yang terus berinovasi akan melahirkan peserta didik yang kreatif, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Inilah investasi terbesar dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas untuk kemajuan Kota Palangka Raya dan Indonesia," pungkasnya. (daq/sla)
Editor : Slamet Harmoko