Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Disdik Palangka Raya Perkuat Benteng Antibullying di Sekolah

Dodi Abdul Qadir • Kamis, 9 Juli 2026 | 21:19 WIB
KONKRET : Sekretaris Disdik Aprae Vico Ranan menekankan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palangka Raya terus memperkuat upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan bebas dari perundungan (bullying). FOTO: IST/RADAR SAMPIT
KONKRET : Sekretaris Disdik Aprae Vico Ranan menekankan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palangka Raya terus memperkuat upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan bebas dari perundungan (bullying). FOTO: IST/RADAR SAMPIT

 

PALANGKA RAYA, Radarsampit.jawapos.com – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palangka Raya terus memperkuat upaya pencegahan perundungan (bullying) di lingkungan sekolah.

Seluruh satuan pendidikan diminta tidak hanya fokus pada proses belajar mengajar, tetapi juga aktif membangun lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah anak melalui pembentukan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK).

Plt Kepala Disdik Kota Palangka Raya Jayani melalui Sekretaris Disdik Aprae Vico Ranan mengatakan, perundungan masih menjadi persoalan serius yang dapat mengganggu tumbuh kembang peserta didik.

Baca Juga: Pembangunan PJU Jalan Kapten Mulyono Sampit Utamakan Keselamatan Pengguna Jalan

Dampaknya tidak hanya menimbulkan luka fisik, tetapi juga dapat memicu trauma, menurunkan rasa percaya diri, hingga mengganggu kesehatan mental korban.

"Perundungan berdampak pada kesehatan mental, terutama pada anak-anak dan remaja. Tindakan pelaku dapat memberikan pengaruh buruk terhadap kesehatan fisik maupun mental korban," ujarnya, Kamis (9/7/2026).

Menurut Vico, pencegahan perundungan merupakan tanggung jawab bersama. Selain pihak sekolah, keterlibatan orang tua dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi anak.

Baca Juga: Keselamatan Pengguna Jadi Prioritas, Pemkab Kotim Percepat Penanganan Jembatan Patah

Karena itu, sekolah diminta lebih proaktif melakukan edukasi sekaligus membangun komunikasi yang terbuka dengan peserta didik.

Disdik menekankan sedikitnya empat langkah pencegahan yang perlu diterapkan. Pertama, memberikan edukasi kepada siswa mengenai berbagai bentuk perundungan, baik fisik, verbal, maupun sosial, serta membangun komunikasi yang baik di lingkungan keluarga agar anak berani menyampaikan setiap masalah yang dihadapi.

Kedua, menanamkan sikap empati, toleransi, dan saling menghargai sejak dini sebagai bagian dari pembentukan karakter. Ketiga, mendorong peserta didik mengembangkan bakat dan potensinya melalui kegiatan olahraga, seni, maupun ekstrakurikuler sehingga memiliki rasa percaya diri yang lebih baik.

Baca Juga: Perusahaan di Kotim Diminta Aktif Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

Selain itu, masyarakat diminta tidak mentoleransi segala bentuk perundungan. Korban maupun saksi diharapkan berani melapor kepada guru, orang tua, atau pihak sekolah.

Apabila perundungan terjadi di media sosial, laporan juga dapat disampaikan kepada pengelola platform dengan menyertakan bukti yang dimiliki.

Vico menegaskan, penguatan TPPK di seluruh sekolah diharapkan menjadi garda terdepan dalam mencegah kekerasan di lingkungan pendidikan.

Baca Juga: Dituntut 10 Tahun, Divonis 4 Tahun Penjara. Harta Terdakwa TPPU Narkoba Asal Kotim Disita 

“Dengan komitmen tersebut, seluruh peserta didik diharapkan dapat belajar, berinteraksi, dan mengembangkan potensi mereka dalam suasana yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan,” pungkasnya. (soc/daq/fm)

 

Editor : Farid Mahliyannor
#sekolah #anak didik #pendidikan #cegah perundungan #Disdik Palangka Raya