Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Empat Kandidat Adu Gagasan Rebut Kursi UPR-1

Dodi Abdul Qadir • Jumat, 19 Juni 2026 | 00:19 WIB
PEMILIHAN REKTOR : Pertarungan menuju kursi Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) semakin memanas. Empat calon rektor mulai unjuk gigi dengan memaparkan visi, misi, dan program unggulan mereka di hadapan civitas akademika seluruh fakultas. FOTO: DODI/RADAR SAMPIT
PEMILIHAN REKTOR : Pertarungan menuju kursi Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) semakin memanas. Empat calon rektor mulai unjuk gigi dengan memaparkan visi, misi, dan program unggulan mereka di hadapan civitas akademika seluruh fakultas. FOTO: DODI/RADAR SAMPIT

 

PALANGKA RAYA, Radarsampit.jawapos.com – Persaingan menuju kursi Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) periode mendatang semakin menarik. Empat kandidat mulai memaparkan visi, misi, dan program unggulan mereka di hadapan civitas akademika sebagai bagian dari tahapan sosialisasi pemilihan rektor.

Kegiatan yang digelar secara bergilir di seluruh fakultas itu menjadi ruang bagi dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan untuk mengenal lebih dekat arah kebijakan yang ditawarkan masing-masing calon. Salah satu agenda sosialisasi berlangsung di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UPR, Kamis (18/6/2026).

Empat kandidat yang bertarung memperebutkan posisi UPR-1 adalah Prof. Bhayu Rhama, Dr. Thea Farina, Dr. Natalina Asi, dan Prof. Dr. Liswara Neneng.

Ketua Panitia Pemilihan Rektor UPR, Joni Bungai, mengatakan penyampaian visi dan misi merupakan tahapan penting agar seluruh civitas akademika dapat menilai gagasan yang ditawarkan para kandidat.

Baca Juga: Mafia Pupuk Subsidi Kotim Digulung! Cari Cuan dari Keringat Petani, Tak Berkutik Diciduk di Depan Mapolsek Jaya Karya

“Ini tahapan wajib. Semua calon akan berkeliling ke setiap fakultas untuk menyampaikan visi, misi, dan program kerja mereka. Seluruh akademisi dapat mendengar langsung gagasan yang ditawarkan,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Prof. Bhayu Rhama mengusung visi besar bertajuk Borneo Impact and Global Recognition. Ia menargetkan UPR menjadi perguruan tinggi unggul berbasis falsafah Huma Betang yang mampu bersaing secara global sekaligus memberikan dampak nyata bagi pembangunan berkelanjutan.

Bhayu menilai identitas lokal harus berjalan beriringan dengan penguatan daya saing internasional. Untuk mewujudkannya, ia menawarkan empat misi utama, yakni penguatan pendidikan berbasis Outcome-Based Education (OBE) dan transformasi digital, pengembangan riset kolaboratif berbasis potensi daerah, peningkatan kontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan, serta transformasi tata kelola kampus melalui prinsip Good University Governance.

Baca Juga: Musda Golkar Kotim: Siyono Terkendala Syarat

“UPR harus mampu menjadi kampus yang tidak hanya dikenal di tingkat regional, tetapi juga memiliki pengakuan global dengan tetap berakar pada nilai-nilai Huma Betang,” tegasnya.

Sementara itu, Dr. Natalina Asi mengedepankan semangat gerak bersama untuk mempercepat kemajuan universitas. Ia mengusung konsep menjadikan UPR sebagai episentrum inovasi global yang berintegritas dan berdampak bagi masyarakat.

Menurutnya, peningkatan indikator kinerja utama, internasionalisasi mutu akademik, dan pengembangan kompetensi berkelanjutan menjadi kunci dalam mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.

“Kita harus bergerak serentak dan berdampak. UPR harus menjadi pusat inovasi yang mampu menjawab tantangan global tanpa meninggalkan jati diri daerah,” katanya.

Baca Juga: Dua Kali Kapolda Kalteng Sambangi Korban Kebakaran Palangka Raya! Bukan Sekadar Seremonial, Mengetuk Pintu Hati di Atas Puing Abu

Di sisi lain, Prof. Dr. Liswara Neneng menitikberatkan pada kolaborasi dan transformasi pendidikan sebagai fondasi kemajuan kampus. Ia berkomitmen memperkuat kerja sama, meningkatkan mutu akademik, serta membangun tata kelola yang akuntabel dan berkelanjutan.

“Kita ingin UPR menjadi lebih baik melalui kolaborasi seluruh pihak, transformasi pendidikan, penguatan kerja sama, dan peningkatan mutu secara berkelanjutan,” ujarnya.

Sedangkan Dr. Thea Farina menekankan pentingnya reformasi dan transparansi dalam pengelolaan universitas. Ia menilai sinergi dengan pemerintah daerah, pemerintah pusat, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi faktor penting untuk memperkuat daya saing kampus.

Baca Juga: Ghana Menang Dramatis atas Panama

“UPR harus lebih baik, lebih maju, dan lebih terbuka. Kuncinya adalah kolaborasi. Kita tidak bisa berjalan sendiri untuk membawa kampus ini bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” tandasnya.

Tahapan sosialisasi ini menjadi momentum bagi civitas akademika untuk menilai arah kepemimpinan yang akan menentukan masa depan UPR. Dengan beragam gagasan yang ditawarkan, persaingan menuju kursi UPR-1 diperkirakan akan semakin dinamis hingga proses pemilihan berlangsung. (daq/fm)

 

Editor : Farid Mahliyannor
#calon rektor #civitas akademika #upr #PALANGKA RAYA #kandidat