PALANGKA RAYA, Radarsampit.jawapos.com – Di tengah meningkatnya tantangan pengelolaan sampah dan risiko banjir perkotaan, menjaga kelancaran aliran sungai menjadi langkah sederhana yang memiliki dampak besar bagi keselamatan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.
Berangkat dari kesadaran tersebut, PT PLN (Persero) melalui Unit Pelaksana Proyek Kalimantan Bagian Barat 3 (UPP KLB 3) di bawah naungan Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Barat (UIP KLB), bersama Kelurahan Palangka dan masyarakat setempat melaksanakan aksi bersih sungai dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari implementasi Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN melalui program Siaga Bencana yang berfokus pada penguatan ketahanan masyarakat terhadap risiko lingkungan.
Baca Juga: Reklame Liar Dibongkar Satpol PP Kobar
Bagi masyarakat Palangka Raya, sungai bukan sekadar bentang alam yang membelah kota. Sungai merupakan bagian penting dari sistem kehidupan dan pengendali aliran air yang berperan dalam mengurangi potensi genangan saat curah hujan meningkat.
Namun, penumpukan sampah dan penyumbatan aliran air dapat mengurangi fungsi tersebut serta meningkatkan risiko banjir di kawasan permukiman.
Melalui aksi gotong royong ini, insan PLN bersama perangkat kelurahan dan warga bahu-membahu membersihkan sampah di sepanjang bantaran sungai, mengangkat material yang berpotensi menyumbat aliran air, sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sejak dari sumbernya.
Baca Juga: Pria Mabuk Lem Bikin Resah Warga Palangka Raya
Manager PLN UPP KLB 3, Muhamad Indra Firdaus, menegaskan bahwa upaya menjaga lingkungan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan berkelanjutan.
"Ketahanan sebuah wilayah tidak hanya ditentukan oleh kualitas infrastrukturnya, tetapi juga oleh kualitas lingkungannya. Karena itu, menjaga sungai tetap bersih merupakan investasi bersama untuk mengurangi risiko bencana di masa depan. Melalui kolaborasi ini, kami ingin menunjukkan bahwa pembangunan dan pelestarian lingkungan harus berjalan beriringan," ujar Indra.
Kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata keterlibatan PLN dalam mendukung upaya mitigasi bencana berbasis masyarakat. Selain mengurangi potensi penyumbatan aliran air, aksi bersih sungai diharapkan mampu meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah dan kesehatan lingkungan.
Baca Juga: Disdik Palangka Raya Siapkan Kepala Sekolah Masa Depan, BCKS Digembleng Intensif 10 Hari Penuh
General Manager PLN UIP Kalimantan Bagian Barat, Susilo, menegaskan bahwa pencegahan bencana harus dimulai jauh sebelum bencana terjadi.
"Upaya mengurangi risiko banjir tidak bisa menunggu ketika air mulai meluap. Pencegahan harus dilakukan sejak sekarang, salah satunya dengan menjaga sungai tetap bersih dan berfungsi sebagaimana mestinya. Sungai adalah urat nadi kehidupan masyarakat. Ketika sungai terjaga, kita tidak hanya melindungi lingkungan, tetapi juga menjaga keselamatan dan kualitas hidup masyarakat," jelas Susilo.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini sejalan dengan komitmen PLN dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui program-program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan.
Baca Juga: Studi Tiru ke Kota Bandung, Kotim Siap Terapkan Sistem Digitalisasi untuk Dongkrak PAD
Melalui kolaborasi antara PLN, pemerintah kelurahan, dan masyarakat, aksi ini diharapkan menjadi pemantik gerakan yang lebih luas dalam menjaga kebersihan sungai dan memperkuat ketangguhan kota terhadap berbagai tantangan lingkungan di masa depan.
Bagi PLN, menjaga sungai bukan sekadar kegiatan sosial sesaat. Ini adalah bagian dari upaya membangun ekosistem yang lebih sehat, masyarakat yang lebih tangguh, dan masa depan yang lebih berkelanjutan.
Karena ketika sungai terjaga, bukan hanya lingkungan yang terlindungi, tetapi juga kehidupan yang bergantung padanya. (soc/daq/fm)
Editor : Farid Mahliyannor