PALANGKA RAYA, Radarsampit.jawapos.com – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palangka Raya terus berupaya mencetak pemimpin pendidikan yang tangguh, adaptif, dan berintegritas.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggembleng puluhan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) melalui pelatihan intensif selama 10 hari penuh dengan sistem asrama di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kalimantan Tengah.
Pelatihan BCKS Angkatan V yang diselenggarakan bersama Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Kalimantan Tengah tersebut berlangsung secara intensif sejak awal hingga akhir program.
Sistem asrama diterapkan untuk membentuk kedisiplinan, memperkuat kolaborasi, serta mengasah kemampuan manajerial para peserta.
Baca Juga: Studi Tiru ke Kota Bandung, Kotim Siap Terapkan Sistem Digitalisasi untuk Dongkrak PAD
Dari seluruh peserta yang mengikuti pelatihan, Halimatus Sadiyah, guru dari SMP Negeri Satu Atap 2 Palangka Raya, berhasil meraih penghargaan Best Performance berkat performa, kedisiplinan, dan dedikasinya selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas konsistensi peserta dalam menjalani proses pembelajaran dan penguatan kompetensi kepemimpinan.
Pelatihan BCKS menjadi tahapan penting dalam menyiapkan kader kepala sekolah yang tidak hanya kuat dalam aspek administratif, tetapi juga memiliki integritas, visi, serta kemampuan manajerial yang mumpuni.
Para peserta dibekali berbagai materi strategis, mulai dari kepemimpinan sekolah, tata kelola keuangan yang transparan, hingga pengembangan kurikulum yang relevan dengan tuntutan zaman.
Baca Juga: Rentan di Dunia Digital, Legalitas dan Keselamatan Kreator Konten di Kotim Perlu Dikaji Serius
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Jayani, menegaskan bahwa kepala sekolah saat ini tidak cukup hanya menjalankan tugas administratif. Mereka juga harus mampu menjadi penggerak perubahan di lingkungan pendidikan.
"Ke depan, kepala sekolah harus menjadi lokomotif perubahan. Melalui pelatihan BCKS ini, kami memastikan para kandidat memahami tata kelola sekolah secara menyeluruh, mampu menghadirkan inovasi, termasuk mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran dan memperkuat pendidikan karakter siswa," ujarnya, Rabu (17/6/2026).
Tidak hanya menerima materi teori, para peserta juga dihadapkan pada simulasi berbagai persoalan yang kerap muncul di lingkungan sekolah. Mulai dari pengambilan keputusan strategis, penyelesaian konflik, hingga membangun sinergi dengan dinas pendidikan, komite sekolah, dan masyarakat.
Menurut Jayani, kemampuan menyelesaikan persoalan di lapangan menjadi salah satu indikator penting dalam menilai kesiapan seorang calon kepala sekolah.
Baca Juga: DPRD Kotim: Mitigasi Karhutla Jangan Tunggu Titik Api
Melalui proses kaderisasi yang ketat dan terstruktur tersebut, Disdik Kota Palangka Raya berharap lahir kepala sekolah yang progresif dan mampu membawa satuan pendidikan menjadi lebih kompetitif, meningkatkan kualitas layanan pendidikan, serta mendorong pencapaian akreditasi unggul.
Ia menambahkan, program tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Palangka Raya dalam memperkuat kualitas pendidikan secara merata. Dengan kepemimpinan sekolah yang kuat, seluruh peserta didik diharapkan memperoleh layanan pendidikan yang lebih berkualitas dan mampu menjawab tantangan perkembangan zaman.
"Ini komitmen kami untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan melalui penguatan kepemimpinan di setiap satuan pendidikan," tegasnya. (soc/daq/fm)
Editor : Farid Mahliyannor