PALANGKA RAYA, Radarsampit.jawapos.com – Tensi tinggi meliuk di internal Polda Kalimantan Tengah. Wakapolda Kalteng, Brigjen Pol Yosi Muhamartha, tidak main-main dalam membersihkan institusinya dari oknum-oknum pencari masalah.
Dengan nada bicaranya yang lugas dan tanpa basa-basi, jenderal bintang satu ini menebar ancaman serius kepada seluruh personel: kerja benar atau siap-siap didepak!
"Profesional itu bukan cuma modal pintar, tapi juga beretika dan bertanggung jawab! Ingat, sanksi tegas menanti bagi yang melanggar. Satu saja pelanggaran, hancur nama baik institusi!" gertak Brigjen Yosi, Rabu (10/6/2026).
Baca Juga: Antisipasi Kejahatan di Palangka Raya, Polisi Intensifkan Patroli ke Toko Emas
REKREASI OKNUM: SELESAI!
Wakapolda menegaskan, tidak ada lagi ruang bagi anggota yang suka main-main dengan hukum dan kode etik. Di tengah tingginya tuntutan masyarakat, ia menginstruksikan pembersihan total terhadap perilaku menyimpang aparat.
Tidak ada ampun bagi pelanggar disiplin dan kode etik. Satu tindakan menyimpang dari oknum nakal akan langsung disikat, karena taruhannya adalah marwah seluruh institusi Polri.
Pintar di atas kertas tidak berlaku jika mental kerjanya bobrok. Anggota diwajibkan tegak lurus pada SOP, menjaga disiplin, dan memiliki integritas harga mati.
Polisi dilarang keras hanya muncul saat masalah sudah meledak. Personel diperintahkan proaktif, cepat tanggap, dan wajib menjadi solusi riil bagi kesusahan warga di lapangan.
Baca Juga: MALAM MEMBOBOL, PAGINYA DICIDUK! Pembobol Rumah di Kuala Pembuang Dibekuk Kurang dari 24 Jam
MASYARAKAT ADALAH MITRA, BUKAN JALUR PERAS!
Wakapolda mengingatkan bahwa kepercayaan publik adalah modal utama dan paling mahal yang dimiliki Kepolisian. Pelayanan yang lambat, berbelit-belit, dan antipati terhadap laporan warga harus segera dikubur dalam-dalam.
Polisi harus hadir sebagai pelindung humanis yang memberikan kepastian rasa aman, bukan justru menjadi momok menakutkan bagi masyarakat.
"Masyarakat itu mitra kita. Tanpa kepercayaan mereka, tugas kita lumpuh!" pungkasnya. (daq/fm)
Editor : Farid Mahliyannor