PALANGKA RAYA, radarsampit.jawapos.com — Gerakan Dayak Anti Narkoba (GDAN) mengecam masih maraknya dugaan peredaran narkotika jenis sabu-sabu di kawasan Puntun, Kota Palangka Raya. Kecaman itu disampaikan setelah GDAN menerima rekaman video yang memperlihatkan dugaan transaksi narkoba di tengah permukiman warga.
Video berdurasi sekitar tiga menit tersebut diterima GDAN pada Kamis (28/5/2026). Dalam rekaman itu tampak aktivitas yang diduga sebagai transaksi sabu-sabu dilakukan secara terang-terangan.
Ketua GDAN, Ririen Binti, menyebut kondisi tersebut menjadi ironi sekaligus tamparan bagi penegakan hukum di Kalimantan Tengah.
“Video yang kami terima ini adalah bukti bahwa para bandar narkoba menantang hukum dan meremehkan komitmen negara dalam memberantas narkoba. Ini tidak bisa dibiarkan. Momentum 1 Juni nanti harus menjadi titik balik pembersihan total kawasan Puntun dari peredaran narkoba,” tegas Ririen.
Menurut GDAN, modus transaksi dilakukan melalui perantara yang dikenal dengan sebutan “kodok”. Setelah menerima uang dari pembeli, pelaku mengambil paket sabu-sabu yang disembunyikan di lokasi tertentu sebelum menyerahkannya kepada pembeli.
GDAN dijadwalkan melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan Posko Terpadu Antinarkoba di kawasan Puntun pada 1 Juni 2026. Kegiatan tersebut akan melibatkan lintas sektor dan rencananya dihadiri Gubernur Kalimantan Tengah, Wali Kota Palangka Raya, Kapolda Kalteng, Kepala BNNP, serta sejumlah aparat penegak hukum lainnya.
Sementara itu, Sekretaris GDAN Ari Yunus Hendrawan meminta aparat penegak hukum segera menangkap para pelaku yang diduga terlibat dalam video tersebut.
Ia juga meminta pengawalan ketat selama proses pembangunan Posko Terpadu Antinarkoba berlangsung.
“Adanya intimidasi serta maraknya peredaran narkoba di Puntun tidak menyiutkan nyali GDAN untuk terus memerangi narkoba. Pembangunan posko antinarkoba tetap berjalan sesuai jadwal,” ujar Ari.
Ari menambahkan, GDAN mengajak seluruh elemen masyarakat, tokoh adat, dan wartawan untuk mengawal peletakan batu pertama pembangunan posko tersebut.
Menurutnya, keterlibatan semua pihak diperlukan untuk mewujudkan kawasan Puntun yang bersih dari peredaran narkoba.
“Demi mewujudkan Puntun bersih dari narkoba, GDAN mengundang seluruh elemen masyarakat, tokoh adat, dan rekan-rekan wartawan untuk hadir mengawal langsung peletakan batu pertama pembangunan posko antinarkoba tersebut,” pungkasnya. (daq/yit)
Editor : Heru Prayitno