PALANGKA RAYA, radarsampit.jawapos.com - Sejak awal masa kepemimpinan, Gubernur Agustiar Sabran bersama Wakil Gubernur Edy Pratowo mampu menyelaraskan kebijakan dan program strategis daerah dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, salah satunya program ketahanan pangan.
Gubernur Agustiar Sabran menyebutkan, berbagai langkah terus dilakukan mulai dari pengembangan lahan pertanian, modernisasi alat pertanian, peningkatan produksi pangan, hingga penguatan hilirisasi sektor pertanian.
Langkah bijak yang dibuat dengan mempersiapkan sumber daya manusia, melalui Program Vokasi Diploma spesialisasi Agroforestry dan Pertanian bagi 2.000 mahasiswa yang disiapkan sebagai tenaga kerja bidang pangan dalam Brigade Pangan Kalteng.
Sementara itu program cetak sawah juga memperlihat progres yang memuaskan, pada tahun 2025 per 23 September telah tercapai 53,31 persen dari target nasional 225 ribu hektare.
Di satu sisi target sawah baru seluas 50.930 hektare, sekarang ini sudah tercapai 60,69 persen. Bahkan sebanyak 1.308 unit alat dan mesin pertanian telah disalurkan untuk meningkatkan produktivitas petani.
"Posisi Kalteng sangat strategis sebagai salah satu daerah penyangga pangan nasional, terutama melalui pengembangan sektor pertanian, perkebunan, dan kawasan food estate," ucapnya.
Selain padi, pengembangan komoditas jagung, hortikultura, dan tanaman pangan lainnya juga mulai diperluas di sejumlah wilayah. Program ketahanan pangan tersebut tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan daerah, tetapi juga mendukung pasokan pangan nasional.
Tak hanya bidang pertanian, pemerintah juga menopang ketahanan pangan melalui program Shrimp Estate Berkah Kalteng, yang saat ini sudah dibangun 72 kolam tambak seluas 40 hektare dengan produksi udang vaname mencapai 349.157,91 ton pada periode Februari–November 2025.
"Ketahanan pangan menjadi program prioritas karena berkaitan langsung dengan stabilitas harga, kesejahteraan petani, dan ketahanan ekonomi masyarakat," ucapnya.
Di bidang ini pemerintah tidak hanya membangun kegiatan secara fisik, akan tetapi dibarengi dengan modernisasi alat pertanian untuk mendorong peningkatan produktivitas di sektor tersebut.
Tidak berhenti sampai di situ, pemerintah juga memperkuat pembangunan jalan usaha tani dan saluran irigasi guna memperlancar distribusi hasil pertanian masyarakat. (sho)
Editor : Heru Prayitno