PALANGKARAYA,radarsampitjawapos.com- Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Khemal Nasery, mendorong pemeritah kota setempat menyiapkan langkah konkret untuk mengurangi ketergantungan pasokan pangan dari luar daerah.
Ia menyebutkan, pemerintah perlu membuat kebijakan yang terukur untuk meningkatkan produksi pangan lokal dengan memaanfaatkan pembukaan lahan yang cukup potensial di sejumlah kecamatan.
"Kita di Palangka Raya sebetulnya punya lahan yang bagus, tinggal itu dimafaatkan saja supaya produk-produk pangan di sini bisa memenuhi permintaan pasar," kata Khemal, Senin (13/4).
Selama ini menurutnya, kebutuhan pangan Kota Palangka Raya seperti beras, sayur, dan produk pangan lainnya masih didominasi pasokan dari luar daerah, seperti Banjarmasin ataupun Pulau Jawa.
Politikus Partai Golkar ini memperkirakan produksi pangan lokal hanya mampu memenuhi permintaan pasar sekitar 20 persen. Sementara 80 persennya didatangkan dari luar daerah.
Baca Juga: Pembahasan LKPJ Wali Kota 2025 segera Dirampungkan DPRD Palangka Raya
"Makannya ini yang kita juga ingin perbaiki, supaya ke depan dinas pertanian bisa mencari solusi untuk meningkatkan kemandirian pangan. Minimal 40 persen kebutuhan pokok bisa dipenuhi dari dalam daerah,"paparnya.
Dirinya juga menekankan pentingnya langkah konkret untuk memperkuat produksi lokal, baik melalui optimalisasi lahan pertanian, dukungan kepada petani, maupun inovasi dalam pengelolaan pangan.
"Kalau kita bisa memperkuat produksi dalam daerah, maka ketahanan pangan kita akan lebih baik dan inflasi bisa lebih terkendali," pungkas Khemal Nasery. (sho/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama