JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau meningkatkan kewaspadaan terhadap kualitas udara di sejumlah wilayah, termasuk Banten dan Jabodetabek.
Lonjakan partikulat seperti PM2.5 dan PM10 membuat masyarakat perlu meningkatkan perlindungan, terutama bagi kelompok rentan.
Kondisi kualitas udara tersebut juga menjadi perhatian karena abu vulkanik dapat membawa partikel halus yang berisiko mengganggu sistem pernapasan apabila terhirup dalam jumlah tertentu.
Karena itu, perlindungan tidak hanya diperlukan ketika beraktivitas di luar rumah. Masyarakat juga perlu memastikan kualitas udara di dalam rumah tetap terjaga selama kondisi udara di luar belum membaik.
Gunakan Masker dan Lindungi Mata
Saat harus beraktivitas di luar ruangan ketika abu vulkanik masih terdispersi, masyarakat disarankan menggunakan masker yang memiliki kemampuan filtrasi tinggi, seperti N95 atau yang setara.
Perlindungan tambahan juga diperlukan untuk mata dan kulit. Kacamata pelindung dapat digunakan untuk mengurangi risiko masuknya partikel abu ke mata. Pakaian berlengan panjang dan celana panjang juga dapat membantu mengurangi kontak langsung abu dengan kulit.
Hindari Menyapu Abu dalam Kondisi Kering
Abu vulkanik yang mengendap di halaman, teras, atau permukaan rumah sebaiknya tidak langsung disapu dalam kondisi kering. Partikel abu dapat kembali beterbangan dan meningkatkan paparan melalui udara.
Area yang terdampak dapat sedikit dibasahi terlebih dahulu sebelum dibersihkan. Cara tersebut membantu mengurangi partikel yang kembali terangkat ke udara saat proses pembersihan.
Sementara ketika kualitas udara di luar memburuk, pintu, jendela, dan ventilasi rumah dapat ditutup untuk mengurangi masuknya polutan dari luar.
Xiaomi Hadirkan Air Purifier
Di tengah kebutuhan menjaga kualitas udara dalam ruangan, Xiaomi Indonesia menghadirkan Mijia Smart Air Purifier 6 Plus sebagai salah satu pilihan perangkat pemurni udara untuk rumah.
Marketing Director Xiaomi Indonesia Andi Renreng mengatakan, kondisi darurat lingkungan membutuhkan respons cepat untuk melindungi keluarga.
"Dalam situasi darurat kesehatan lingkungan seperti erupsi Anak Krakatau saat ini, mengambil keputusan cepat untuk penanganan sebelum kondisinya makin parah dan terlambat adalah kunci utama dalam melindungi keluarga tercinta. Sejalan dengan semangat Xiaomi, yakni 'Live Right Live Smart', kami ingin memastikan bahwa inovasi teknologi cerdas yang kami hadirkan dapat secara nyata dan instan memberikan kualitas hidup yang lebih aman dan sehat," ujar Andi.
Mijia Smart Air Purifier 6 Plus dirancang untuk digunakan pada ruangan dengan luas hingga 91 meter persegi. Perangkat tersebut dilengkapi sistem 5-Layer Filtration untuk membantu menyaring berbagai partikel di udara, termasuk partikulat halus.
Perangkat ini juga dilengkapi perlindungan UVC serta fitur Smart Air Quality Monitoring yang memungkinkan pengguna memantau kondisi udara secara real-time melalui aplikasi Xiaomi Home.
Mulai Dijual 9 September
Mijia Smart Air Purifier 6 Plus mulai dipasarkan melalui program First Sale pada 9 September 2026.
Selama periode promo 9 September hingga 10 Oktober 2026, produk tersebut ditawarkan dengan harga Rp5.499.000 dari harga normal Rp5.899.000.
Produk tersedia secara daring melalui Mi.com, Tokopedia, Shopee, TikTok Shop, Blibli, dan Lazada. Sementara pembelian secara luring tersedia melalui jaringan Xiaomi Store.
Di luar penggunaan perangkat pemurni udara, masyarakat tetap perlu mengutamakan langkah dasar perlindungan, seperti membatasi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk, menggunakan masker yang sesuai, serta mengikuti informasi dan anjuran resmi terkait kondisi abu vulkanik. (*)
Editor : Slamet Harmoko