JAKARTA, radarsampit.jawapos.com – Yamaha tampaknya mulai serius memasuki arena motor sport listrik. Pabrikan asal Jepang dengan logo garpu tala tersebut diketahui tengah mengembangkan motor sport listrik berbasis baterai atau Battery Electric Vehicle (BEV).
Indikasi itu terlihat dari bocoran dokumen paten terbaru Yamaha. Dari gambar yang beredar, desain motor tersebut tampak semakin mendekati bentuk motor produksi massal dengan bahasa desain yang mengingatkan pada keluarga R-Series, khususnya Yamaha YZF-R7.
Proyek ini disebut merupakan pengembangan dari konsep Proto BEV yang sebelumnya pernah diperkenalkan Yamaha. Namun, dibandingkan konsep awal, desain dalam dokumen paten terbaru terlihat lebih realistis untuk diterapkan sebagai motor jalan raya.
Yang menarik, Yamaha tidak sekadar memasang baterai besar pada sasis motor konvensional. Tata letak sejumlah komponen menunjukkan upaya pabrikan untuk mempertahankan karakter pengendalian motor sport.
Baterai berukuran besar ditempatkan di bagian tengah rangka. Sementara komponen seperti controller dan inverter diposisikan di sekitar baterai untuk membantu memusatkan bobot di area tengah motor.
Strategi tersebut penting bagi motor listrik karena bobot baterai yang besar dapat memengaruhi kelincahan dan karakter pengendalian. Dengan distribusi massa yang lebih terpusat, Yamaha tampaknya berusaha mempertahankan sensasi berkendara yang tetap agresif.
Motor listriknya ditempatkan di bagian bawah sasis dan menyalurkan tenaga ke roda belakang melalui sistem penggerak menggunakan belt.
Yamaha juga terlihat melakukan penataan ulang sejumlah komponen. Modul ABS hidrolik, misalnya, ditempatkan di balik area steering head. Posisi tersebut memungkinkan jalur selang rem dibuat lebih pendek dan rapi.
Karena tidak menggunakan transmisi manual konvensional, tata letak area setang juga mengalami perubahan. Tidak adanya tuas kopling membuat sisi kiri setang dapat dimanfaatkan untuk pengoperasian rem belakang.
Konsep tersebut mengingatkan pada tata letak kendaraan roda dua listrik atau skutik, tetapi tetap dikombinasikan dengan posisi berkendara yang dirancang agar memiliki karakter motor sport.
Dukung Pengisian AC hingga 22 kW
Salah satu detail yang cukup menarik dalam dokumen paten adalah keberadaan port pengisian daya AC Type 2.
Sistem tersebut disebut mendukung pengisian satu fase hingga 7,4 kW dan tiga fase hingga 22 kW. Jika benar diterapkan pada model produksi, kemampuan tersebut menunjukkan Yamaha tidak hanya mempertimbangkan penggunaan dalam kota.
Motor ini berpotensi diarahkan untuk penggunaan harian hingga perjalanan jarak menengah, meski kemampuan jarak tempuh dan performa sebenarnya masih belum diketahui.
Yamaha sejauh ini belum mengungkap spesifikasi utama motor tersebut. Besaran tenaga, torsi, kapasitas baterai, bobot, hingga jarak tempuh masih menjadi tanda tanya.
Namun, kemunculan paten tersebut memberikan gambaran mengenai arah pengembangan Yamaha. Pabrikan Iwata tampaknya sedang mencari formula untuk mempertahankan karakter motor sport dalam platform yang tidak lagi menggunakan mesin pembakaran internal.
Tantangannya tentu tidak ringan. Motor sport selama ini identik dengan suara mesin, respons throttle, perpindahan gigi, dan karakter tenaga dari mesin konvensional. Semua sensasi tersebut harus diterjemahkan ke dalam sistem penggerak listrik.
Jika proyek ini benar-benar berlanjut hingga produksi massal, Yamaha berpotensi menghadirkan wajah baru motor sport di era elektrifikasi.
Fairing tetap agresif, posisi berkendara tetap sporty, tetapi suara mesin digantikan dengungan motor listrik. Bagi penggemar R-Series, pertanyaannya tinggal satu: siapkah menikmati sensasi “R” tanpa raungan mesin?
Editor : Slamet HarmokoSumber : tmcblog.com