Jadi Sorotan, Kacamata Berbasis AI Dikhawatirkan Bisa Curi Data Privasi

Rafii Hamdan • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 13:00 WIB

 Penampakan kaca mara wearable berbasis kecerdasan buatan (AI). (net)

Penampakan kaca mara wearable berbasis kecerdasan buatan (AI). (net)

Pengembangan teknologi wearable berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) kembali memicu kekhawatiran serius terkait privasi data. Kacamata pintar (smart glasses) terbaru yang dilengkapi teknologi AI buatan Meta kini panen kritik dan sorotan tajam dari para pakar privasi.

Isu privasi ini mencuat setelah muncul kekhawatiran bahwa kamera dan sensor bawaan pada kacamata pintar tersebut dapat merekam serta mengumpulkan data visual orang-orang di sekitar pengguna secara diam-diam tanpa persetujuan.

Dalam laporan terbaru pada Kamis (6/8/2026), para pengamat menilai bahwa mekanisme lampu indikator kecil yang ada pada kacamata tersebut belum cukup kuat untuk memberi tahu publik bahwa mereka sedang direkam atau dianalisis oleh sistem AI Meta.

Kondisi ini berpotensi memicu pelanggaran privasi di ruang publik, terutama jika data rekaman visual tersebut digunakan untuk melatih model AI Meta tanpa transparansi yang jelas.

Baca Juga: Kejutan ! Winamp Gandeng Deezer, Akan Membawa Pemutar Musik Era 2000an ke Era Modern

"Penggunaan kamera tersembunyi yang terintegrasi dengan kecerdasan buatan di ruang publik menciptakan risiko privasi yang belum pernah ada sebelumnya. Masyarakat berhak tahu kapan mereka direkam dan bagaimana data mereka diproses oleh raksasa teknologi." Ungkap salah satu peneliti privasi digital dalam laporannya, Kamis (6/8/2026).

Menanggapi gelombang kritik tersebut, pihak Meta menyatakan bahwa mereka terus berkomitmen untuk memperketat fitur keamanan serta memberikan edukasi kepada pengguna terkait etika penggunaan kacamata pintar di area umum.

Meski demikian, desakan agar pemerintah dan regulator segera menerbitkan aturan hukum yang lebih ketat khusus untuk perangkat wearable berbasis AI diprediksi bakal makin menguat demi melindungi privasi masyarakat. (pel)

 

Editor : Agus Jaka Purnama
wearable visual teknologi kaca mata Artifical Intelligence