Berdasarkan informasi terbaru dari postingan Li Zexin (@XH_Lee23) di X, China baru saja mencetak sejarah baru yang bikin peta persaingan luar angkasa makin panas. Selama ini kalau kita bicara soal roket yang bisa dipakai berkali-kali (reusable rocket), pikiran kita pasti langsung tertuju ke SpaceX dengan Falcon 9-nya. Tapi peta persaingan antariksa baru saja berubah total. China baru saja membuktikan bahwa mereka bukan lagi sekadar pengikut, melainkan kompetitor serius yang siap menantang dominasi AS.
Pada Jumat (10/7) China berhasil melakukan uji coba peluncuran dan pemulihan (recovery) tahap pertama roket Long March-10B di lepas pantai Wenchang, Hainan. Ini adalah pertama kalinya China sukses membawa pulang roket peluncurnya secara utuh setelah mengirim satelit ke orbit!
Bukan Pakai Kaki Penyangga, Tapi "Ditangkap" Jaring!
Menariknya, China tidak meniru mentah-mentah teknologi SpaceX yang mendaratkan roket menggunakan kaki penyangga hidrolik di atas kapal drone. Long March-10B menggunakan metode unik yang baru pertama kali sukses dilakukan di dunia: Net-based recovery (pemulihan berbasis jaring).
Cara Kerjanya: Saat bagian roket (booster) turun vertikal dari langit ke arah kapal penyelamat khusus bernama Linghangzhe di tengah laut, sistem komputer roket akan berkoordinasi dengan kapal. Di atas kapal tersebut, sudah dibentangkan jaring kawat raksasa yang fleksibel dengan peredam hidrolik. Roket yang memiliki "kait pendaratan" khusus ini akan tersangkut dan ditangkap oleh jaring tersebut tepat saat mesin dimatikan, lalu dikunci oleh kabel otomatis agar tidak goyang terkena ombak.
Keuntungannya: Menurut para ahli dari China Academy of Launch Vehicle Technology (CALT), metode jaring ini jauh lebih efisien. Karena tidak perlu membawa kaki pendaratan yang berat di badan roket, bobot roket jadi lebih ringan. Alhasil, kapasitas muatan (payload) yang bisa dibawa ke luar angkasa justru jadi lebih besar.
Baca Juga: Drama China Berkembang Pesat, Iklannya Sulit Skip dan Selalu Bikin Penasaran
Ambisi Besar ke Bulan Sebelum 2030
Keberhasilan roket Long March-10B yang memiliki tinggi sekitar 63 meter dan mampu membawa muatan hingga 16 ton ke orbit rendah bumi ini bukan cuma sekadar pamer teknologi. Roket ini merupakan bagian dari keluarga Long March 10 yang memang dirancang khusus untuk mendukung misi berawak China ke Bulan sebelum tahun 2030.
Hebatnya lagi, badan antariksa China (CASC) tidak mau membuang waktu. Mereka sudah menjadwalkan untuk menerbangkan kembali (refly) booster roket yang baru saja ditangkap ini sebelum akhir tahun 2026. Jika target ini tercapai, China akan langsung menempel ketat efisiensi waktu pendaratan dan peluncuran ulang yang selama ini didominasi penuh oleh Elon Musk.
Babak baru perang teknologi luar angkasa resmi dimulai. Sekarang, SpaceX bukan lagi satu-satunya pemain tunggal di liga roket ramah kantong. (pel)
Editor : Agus Jaka Purnama