Melihat respons super cepat dari pusat ini, rasanya kita bisa paham betapa gentingnya situasi di lapangan:
Tumbang Nusa: Titik Vital yang Nggak Boleh Kalah
Fokus ke kawasan Tumbang Nusa, Pulang Pisau, ini sangat krusial. Siapa pun yang pernah lewat jalur ini tahu betul kalau Tumbang Nusa itu urat nadi transportasi darat di Kalteng.
Kalau sampai jalanan di sana tertutup asap pekat karhutla, pasokan logistik dan mobilitas warga bisa lumpuh. Jadi, wajar kalau Kepala BNPB Letjen Suharyanto sampai memprioritaskan seluruh armada water bombing ke sana. Ibarat perang, Tumbang Nusa itu benteng utama yang nggak boleh jebol.
Turunnya "Para Jenderal" ke Lapangan
Dari Presiden Prabowo yang memimpin rapat terbatas, Kepala BNPB, Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo, sampai Menko Polkam Jenderal (Purn) Djamari Chaniago, semuanya memantau langsung ke Palangka Raya.
Tambahan helikopter water bombing, helikopter patroli, sampai penggelapan 10.700 personel gabungan menunjukkan kalau pemerintah memang nggak mau main-main menghadapi puncak El Niño Agustus-September nanti.
Pesan Menko Polkam: Semangat Boleh, Konyol Jangan
Pesan dari Menko Polkam Djamari Chaniago soal keselamatan petugas di lapangan itu dalem banget. Karhutla di lahan gambut itu jebakan betmen.
Api bawah tanah bisa bikin tanah gambut melesak tiba-tiba, belum lagi arah angin yang cepat berubah memutar asap.
Jangan sampai karena keasyikan dan terlalu bersemangat memadamkan api, para petugas malah terjebak di tengah kepungan asap. Briefing dan pengorganisasian itu harga mati.
Normalisasi Kanal: Kunci Bertahan Hidup Lahan Gambut
Langkah Kadishut Kalteng, Agustan Sining, soal normalisasi kanal ini juga poin yang sangat mendasar. Gambut itu kalau basah jadi spons penahan air, tapi kalau kering kerontang karena kanalnya bocor atau dikeringkan, dia berubah jadi bahan bakar paling sempurna.
Menjaga tata kelola air di lahan gambut lewat normalisasi kanal adalah investasi jangka panjang biar kita nggak terus-terusan pemadam kebakaran tiap tahun.
Dengan Status Siaga Darurat yang sudah dipasang Pemprov Kalteng sampai akhir Oktober nanti, kita cuma bisa berharap kolaborasi ribuan personel darat, tim OMC penyemai garam di langit, dan helikopter water bombing ini bisa menjinakkan si jago merah.
Semoga saudara-saudara kita dan para petugas di Kalteng selalu diberi keselamatan dan napas yang lega di tengah kepungan asap ini!
Sumber : radarsampit.jawapos.com