Rantai Portal Dibuka, MotoGP Pangkalan Bun Dimulai: Komedi Satir di Balik Berburu Pertalite

Slamet Harmoko • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 07:05 WIB
Mas. Rasam Edit
Mas. Rasam Edit
 
Membaca berita di radarsampit.jawapos.com  ini bikin saya bingung mau tertawa dulu apa mau mengelus dada dulu. Dua-duanya rasanya pengen dilakukan bersamaan!

Sebagai orang yang saban hari ngamatin kelakuan ajaib warga +62, fenomena di SPBU Tudung Saji, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah ini adalah puncak dari apa yang sering saya sebut sebagai “ketahanan humor di tengah kepasrahan sosial”.

Mari kita bedah situasi absurd ini ala kacamata kacamata orang biasa:

Sensasi Balapan Kelas Para Raja di SPBU

Bayangkan, rantai portal SPBU baru diturunkan separuh (belum juga lepas sempurna) puluhan motor sudah tancap gas saling salip! Ada emak-emak, bapak-bapak, sampai anak muda.

Motivasinya bukan demi piala championship atau dapat semprotan sampanye di podium, tapi cuma satu: berhasil menempelkan spakbor depan di dekat nozzle Pertalite.

Untuk menambah sensasi adrenalin bagi penonton, video viral di tiktok itu juga pakai dubbing suara komentator MotoGP. Lengkap sudah! Fabio Quartararo atau Marc Marquez kalau melihat ini mungkin bakal geleng-geleng kepala.

Mereka balapan pertaruhannya nyawa demi gengsi manufaktur, kalau warga Pangkalan Bun balapan pertaruhannya indikator bensin motor jangan sampai kedip-kedip pas berangkat kerja.

Tragikomedi Bernama "Mengetap BBM"

Tapi di balik kekocakan video itu, seperti yang dibilang Mas Ridwan dan Mas Nanang di berita tadi, ada kenyataan yang bikin nyesek.

Lucu di luar, perih di dalam. Ironisnya, masyarakat umum setengah mati antre dari pagi, sementara di pinggir-pinggir jalan berjejer galon-galon bensin eceran yang stoknya melimpah ruah.

Ini kan ajaib. Bensin di SPBU rasanya gaib seperti jalangkung (datang tak dijemput, pulang cepat habis), tapi di kios eceran harganya melambung dan stoknya selalu ada. Kunci utamanya ya memang permainan para "pengetap" alias pembeli borongan itu.

Inilah hebatnya warga kita. Ketika jalur kritik formal atau aduan resmi rasanya mentok dan evaluasi Satgas BBM belum terasa dampaknya, warga menggunakan humor sebagai senjata kritik. 

Video komedi balapan itu sejatinya adalah "tamparan halus" yang dibungkus tawa buat Pertamina dan pemerintah daerah setempat. Seolah-olah warga mau bilang: "Lihat nih, Pak! Kami sampai harus adu nyawa dan adu tangkas cuma buat beli bensin subsidi!"

Semoga saja video viral bergaya MotoGP ini tidak cuma berhenti jadi hiburan pengocok perut di FYP TikTok atau Reels, tapi benar-benar sampai ke telinga para pemangku kebijakan. Kasihan warga kalau tiap mau isi bensin harus latihan launch control dan cornering dulu tiap hari. (*)

Editor : Slamet Harmoko
Balapan MotoGP Pengetap BBM antrean bbm Pangkalan Bun spbu