Mengintip radarsampit.jawapos.com Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotim baru saja merilis data yang bikin bulu kuduk berdiri. Hingga pekan ke-28 di tahun 2026 ini, kasus diare di Kotim sudah meroket mencapai 3.852 kasus.
Angka ini naik ketimbang periode yang sama tahun lalu (3.687 kasus). Dan yang paling memilukan: empat bayi dilaporkan meninggal dunia gara-gara terlambat ditangani.
Baca Juga: Lingkaran Setan Ongkos Pilkada: Ketika Kursi Kepala Daerah Dibeli Pakai Skema "PayLater" Proyek APBD
Kepala Bidang P2P Dinkes Kotim, Pak Nugroho Kuncoro Yudho, menegaskan kalau diare ini bukan sekadar urusan "mules lalu bolak-balik ke kamar mandi".
Diare pada bayi dan balita itu ibarat kebocoran tangki air dalam skala darurat. Tubuh mungil mereka bisa kehabisan cairan alias dehidrasi berat dalam hitungan jam. Sekali terlambat disuntik cairan atau diberi oralit, nyawa taruhannya.
Wilayah Selatan dan Ancaman Dobel Musim Kemarau
Empat kasus kematian bayi di awal tahun kemarin tercatat terjadi di Teluk Sampit (1 kasus), Pulau Hanaut (1 kasus), dan Mentaya Hulu (2 kasus) akibat makanan yang terkontaminasi bakteri. Nah, memasuki puncak kemarau per Juli ini, ancaman justru makin meluas, khususnya di wilayah selatan Kotim.
Mengapa wilayah selatan paling rawan?
-
Stok Air Hujan Menipis: Warga di sana mayoritas mengandalkan air hujan untuk minum dan memasak. Pas kemarau, tandon air warga mulai kering kerontang.
-
Intrusi Air Laut: Sungai-sungai di selatan mulai kemasukan air laut yang asin. Alhasil, warga terpaksa memakai sumber air seadanya yang kualitas higienisnya sangat meragukan.
-
Kecamatan Paling Rentan: Selain kawasan selatan, Dinkes juga memberi alarm merah buat Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Cempaga, dan Cempaga Hulu.
Langkah Penyelamatan Dini di Rumah
Melihat situasi yang makin mengkhawatirkan ini, Dinkes Kotim sudah menyiagakan seluruh puskesmas, rumah sakit, hingga pasokan logistik obat-obatan. Tapi benteng pertahanan utama tetap ada di tangan emak-emak dan bapak-bapak di rumah.
Pak Nugroho mewanti-wanti dengan sangat:
-
Jangan Tunggu Parah: Kalau anak atau anggota keluarga buang air besar (BAB) cair lebih dari 3 kali dalam waktu singkat, segera bawa ke puskesmas/klinik terdekat!
-
Pertolongan Pertama: Sambil bersiap berangkat ke faskes, langsung beri cairan pengganti seperti oralit atau larutan gula garam. Jangan biarkan perut anak kosong tanpa cairan.
-
Jaga Kebersihan Air dan Makanan: Rebus air minum sampai benar-benar mendidih 100 derajat Celsius, dan tutup rapat makanan agar tidak dihinggapi lalat.
Kemarau ini memang bikin air bersih jadi barang mahal, Lur. Tapi keselamatan nyawa anak-anak kita jelas jauh lebih berharga. (*)