RADARSAMPIT.JAWAPOS.COM - Kabar gembira datang dari bumi Tambun Bungai. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) kabarnya sudah selangkah lagi akan punya Sekretaris Daerah (Sekda) definitif.
Setelah melalui proses seleksi yang pastinya bikin dahi para pesertanya mengkerut, Panitia Seleksi akhirnya resmi mengetok palu dan mengumumkan tiga nama calon terbaik.
Informasi ini divalidasi langsung oleh Pak Wakil Gubernur Kalteng, Edy Pratowo, pas hari Jumat kemarin di Palangka Raya. Beliau dengan santai menyebut tiga nama: "Pak Baru, Pak Farid, dan Ibu Ina."
Sebentar, dengar nama-nama panggilan itu, kok saya mendadak merasa akrab ya? Berasa kayak lagi manggil tetangga sebelah rumah yang mau diajak iuran kas RT.
Tapi ya jangan salah, Lur, di balik nama panggilan yang merakyat itu, jabatan asli mereka di birokrasi ini mentereng semua, ndak ada yang kaleng-kaleng.
Mari kita absen satu-satu berdasarkan titah Pengumuman Pansel Nomor 011/SJPTM/VII/2026:
Pertama, ada Pak Baru. Nama lengkapnya Baru I Sangkai. Beliau ini bukan orang sembarangan, melainkan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kalteng.
Bayangkan, biasa memimpin pasukan penegak perda yang sangar-sangar, sekarang beliau jadi salah satu kandidat top untuk mengomandoi seluruh ASN di Kalteng.
Kedua, ada Pak Farid, alias Farid Wajdi. Beliau menjabat sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kalteng. Urusan nyari kerjaan sampai transmigrasi warga sudah khatam di tangan beliau.
Ketiga, srikandi satu-satunya di barisan tiga besar, Ibu Ina atau Linae Victoria Aden. Ibu Ina ini sebetulnya bukan orang baru di kursi panas itu, karena posisi beliau sekarang adalah Penjabat (Pj) Sekda Kalteng, merangkap Kepala DP3APPKB Kalteng.
Istilahnya, beliau ini petahana yang sudah tahu seluk-beluk ruangan Sekda sampai hafal sudut mana yang AC-nya paling dingin.
Nah, tiga nama ini terpilih bukan karena menang arisan atau hasil musyawarah di warung makan, melainkan murni dari rekapitulasi penilaian akhir tim pansel.
Tapi, drama belum selesai sampai di sini, Lur. Masuk tiga besar itu baru setengah jalan. Pak Edy Pratowo menjelaskan kalau langkah selanjutnya adalah mengirimkan ketiga nama ini ke Jakarta.
Mulai dari disetor ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sampai mampir ke Sekretariat Negara (Setneg). Di sana nanti, berkas mereka bakal digodok lagi sampai keluar satu nama final yang direstui pusat.
Kita-kita yang rakyat jelata ini ya cuma bisa mendoakan, semoga siapa pun yang kepilih nanti beneran bisa memperkuat koordinasi pemerintahan. Jangan sampai pas sudah menjabat, malah sibuk sendiri-sendiri atau bingung mau ngapain.
Sebab, tugas Sekda itu berat, Lur. Dia itu ibarat dirigen dalam orkestra birokrasi. Kalau dirigen-nya jempolan, musik pembangunan Kalteng bakal harmonis dan enak didengar rakyat. Tapi kalau ngawur, ya siap-siap saja lagunya jadi sumbang dan bikin telinga warga jadi sakit.
Kita tunggu saja kiriman "surat sakti" dari pusat. Kira-kira, siapa nih jagoan sampeyan? Pak Baru, Pak Farid, atau Ibu Ina?