Indonesia vs Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Jadi Penantian 35 Tahun Skuad Garuda

Agus Jaka Purnama • Dipublikasikan Minggu, 4 Oktober 2026 | 19:55 WIB
Para pemain timnas Indonesia yang akan melakoni laga Final FIFA ASEAN Cup 2026 melawan Thailand, Senin (5/10) di SUGBK. (net)
Para pemain timnas Indonesia yang akan melakoni laga Final FIFA ASEAN Cup 2026 melawan Thailand, Senin (5/10) di SUGBK. (net)

radarsampit.jawapos.com-Thailand menjadi penghalang terakhir bagi skuad Garuda untuk mengakhiri penantian gelar juara timnas senior yang sudah berlangsung sejak 1991.Final FIFA ASEAN Cup 2026 antara Indonesia dan Thailand akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Senin (5/10) pukul 20.00 WIB.

Indonesia sebelumnya memastikan tempat di final setelah berpesta gol 9-2 atas Bangladesh di SUGBK, Jumat (2/10). Kemenangan tersebut mengantarkan Garuda ke partai puncak dan memperbesar peluang mengakhiri penantian panjang.

Bermain di hadapan puluhan ribu suporter menjadi modal tambahan bagi pasukan John Herdman.

Indonesia terakhir kali meraih gelar bersama timnas senior pada SEA Games 1991 di Manila. Ketika itu, Indonesia menghadapi Thailand di partai final yang kemenangan 4-3 melalui adu penalti.

Sejak saat itu, Indonesia belum lagi mengangkat trofi di level timnas senior. Kesempatan tersebut kembali terbuka setelah Garuda melaju ke final FIFA ASEAN Cup 2026.

Baca Juga: Skuad Garuda Tantang Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026, Malaysia dan Vietnam Perebutkan Juara Ketiga 

Pemain bintang Timnas Thailand Chanatip Songkrasin mengaku sudah tak sabar untuk kembali menghadapi Timnas Indonesia pada laga final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10) pukul 20.00 WIB.

Pertemuan terakhir kedua tim terjadi pada Piala AFF 2022, tetapi bagi Chanatip, laga terakhirnya melawan Indonesia adalah pada final Piala AFF 2020 di Singapura yang dimainkan akhir Desember 2021 dan awal Januari 2022 ketika timnya meraih kemenangan dengan agregat 6-2.

"Kami senang bisa kembali mendapatkan kesempatan untuk bermain dan menghadapi permainan berkualitas seperti ini, karena kami sudah lama menantikannya," kata Chanatip pada jumpa pers prapertandingan di SUGBK, Minggu.

Setelah pertemuan terakhirnya dengan Indonesia, Chanatip melihat tim Garuda sudah banyak berubah, terutama dari kualitas permainan serta pemain yang mereka miliki saat ini karena dihuni banyak pemain keturunan.

"Kalau ditanya apakah Indonesia banyak berubah, menurut saya semua negara di ASEAN sekarang sudah berkembang sangat pesat," kata pemain yang pernah bermain di Liga Jepang itu.

"Para pemain juga berkembang. Sekarang Indonesia memiliki banyak pemain keturunan. Mereka juga bermain di liga-liga dengan level yang tinggi," tambah dia.

Menjelang laga final nanti, dari 10 pertemuan terakhir, Thailand mendominasinya dengan lima kemenangan. Indonesia hanya mendapatkan dua kemenangan, sementara tiga pertandingan lainnya berakhir imbang.

Bagi Chanathip, ia sudah bermain enam kali menghadapi Indonesia, dengan catatan empat kemenangan, satu hasil imbang, dan hanya sekali mengalami kekalahan.

Secara total, Timnas Indonesia dan Thailand sudah berjumpa sebanyak 78 kali. Sepanjang sejarah, Timnas Indonesia hanya memenangkan 25 di antaranya.

Sementara Thailand sudah mencatat sebanyak 37 kemenangan, sisanya berakhir imbang. Duel perdana kedua tim terjadi pada ajang Merdeka Tournament tanggal 31 Agustus 1957, di mana Indonesia menang telak 4-0 atas Thailand.

Kini, menarik dinantikan, apakah John Herdman bisa memutus tren negatif tersebut. Jika berhasil, ini akan menjadi ukiran sejarah karena skuad Garuda sukses meraih trofi pada edisi perdana FIFA ASEAN Cup.(an/ba/jpc)

 

 

 

 

Editor : Agus Jaka Purnama
FIFA ASEAN Cup 2026 penantian skuad garuda indonesia vs thailand sugbk