Perolehan Medali Indonesia Merosot ke Urutan 20

Agus Jaka Purnama • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 22:21 WIB
Pemain timnas voli putri Indonesia yang hanya finish di urutan ke 6 Asian Games 2026. (net)
Pemain timnas voli putri Indonesia yang hanya finish di urutan ke 6 Asian Games 2026. (net)

Posisi Indonesia merosot ke peringkat ke-20 di klasemen medali Asian Games 2026 sore, Selasa (22/9). Sementara negara-negara lain, khususnya di ASEAN sudah banyak yang meraih emas.

Dilansir dari situs resmi Asian Games 2026, Indonesia mulanya duduk di peringkat ke-15 siang, Selasa (22/9).Namun per pukul 16.30 WIB, Indonesia melorot ke peringkat ke-20.

Hingga Selasa, kontingen Merah Putih masih kumpulkan delapan medali. Rinciannya satu perak dari teqball, sisanya dua perunggu dari karate, satu perunggu dari teqball, satu perunggu dari MMA, dua perunggu dari wushu, dan satu perunggu dari soft tenis.

Sementara itu sudah empat wakil Asia Tenggara yang berhasil meraih medali emas. Mereka adalah Malaysia (karate), Myanmar (teqball), dan Vietnam (karate). Thailand sudah empat emas dengan tiga dari teqball dan satu dari MMA.

Baca Juga: Sampai Senin Sore, Indonesia sudah Raih 7 Medali di Asian Games 2026

Di peringkat teratas, China masih perkasa dan memimpin klasemen dengan 30 emas. Disusul Jepang selaku tuan rumah di peringkat kedua sementara dengan sembilan emas.

Namun demikian, masih ada atlet-atlet andalan dari Indonesia belum berlaga. Beberapa cabor yang jadi andalan adalah angkat besi, panjat tebing, dan bulutangkis.Bulutangkis masih mainkan nomor per regu. Tim putri sudah capai perempatfinal.

Sementara itu, tim beregu putra bulu tangkis Indonesia gagal mendulang poin pembuka di babak perempat final Asian Games Aichi-Nagoya 2026, saat tunggal putra Jonatan Christie dikalahkan Leong Jun Hao asal Malaysia.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Kota Ichinomiya, Aichi, Jepang, Selasa, Jonatan mencatatkan skor 22-20, 12-21, 17-21.

"Sebenarnya tadi awalnya berjalan dengan baik, tapi saat dia dapat kepercayaan diri jadi beda. Saya coba untuk fight back, coba untuk push dia tapi ya di poin-poin krusial saya kurang berani main agresif," kata Jonatan soal pertandingannya.

Pebulu tangkis yang akrab disapa Jojo itu sudah mengalami tekanan sejak pertengahan gim pertama. Namun ia berhasil mengamankan poin pertama kendati harus bersusah payah.Menurutnya, kondisi teknis di lapangan turut berpengaruh pada permainannya hari ini (red: kemarin).

"Suasana di sini cukup beda, cukup panas, kondisi bola juga agak lambat. Jadi harus banyak menggunakan power dan stamina juga karena dituntut untuk reli, itu yang membedakan dari pertemuan terakhir dengan Leong," ungkap Jonatan.

Sebagai wakil Indonesia di partai pertama, Jonatan mengaku punya ambisi agar bisa menghasilkan kemenangan pembuka bagi timnya. Namun sayangnya harapan tersebut tidak bisa terwujud akibat tekanan teknis.

"Memang ekspektasi dari diri sendiri juga pastinya ingin dapat poin juga bagi Indonesia, tapi tidak bisa menjalankannya dengan baik. Pasti ada kecewa, tapi sudah melakukan yang terbaik," pungkas Jonatan.(ant/ba/jpc)

 

 

Editor : Agus Jaka Purnama
perunggu klasemen Asian Games 2026 medali emas kontingen indonesia