
Indonesia adalah salah satu kekuatan besar cabang olahraga bulu tangkis. Tidak hanya di level Asia, tapi juga di level dunia. Atlet Indonesia pun kerap menjadi kampiun di Kejuaraan Dunia, All England, Kejuaraan Asia, Olimpiade, dan tentunya Asian Games.
Sepanjang sejarah Asian Games, Indonesia telah mengoleksi 28 medali emas dari Cabor bulu tangkis. Jumlah medali emas itu hanya kalah dari Cina dengan total 47 keping medali. Adapun total medali yang dikumpulkan Cabor Bulu Tangkis di ajang multievent Asia tersebut sebanyak 99 medali. Terdiri dari 28 emas, 27 perak, dan 44 perunggu.
Bila dirinci lebih lanjut, nomor ganda putra menjadi yang paling banyak menyumbang medali. Total, dalam 16 edisi Asian Games, ganda putra Indonesia telah meraih 8 medali emas. Kemudian tunggal putra mengumpulkan 7 medali, beregu putra 5 medali, ganda putri 4 medali, ganda campuran 2 medali, serta tunggal putri dan beregu putri masing-masing mengoleksi 1 medali emas Asian Games.
Indonesia juga selalu membawa pulang medali emas di Cabor Bulu Tangkis dalam 6 edisi perdana sejak debut tahun 1962. Secara keseluruhan dalam 16 edisi Asian Games, Indonesia hanya gagal membawa pulang medali emas dari bulu tangkis tahun 1986, 1990, dan 2022, sedangkan di 13 edisi lainnya, kontingen merah putih setidaknya membawa pulang 1 medali emas di setiap edisi.
Walaupun cukup kompetitif, dan menjadi negara dengan perolehan medali paling banyak setelah Cina, Indonesia belum pernah menyapu medali emas Asian Games. Pencapaian terbaik Indonesia adalah edisi debut badminton 1962 di Jakarta. Kala itu, kontingen merah putih sukses meraih 5 medali emas dari total 6 medali yang diperebutkan.
Baca Juga: Tim Bulu Tangkis Indonesia Berburu Gelar di Thailand Open 2026
Kala itu, hanya ganda putra yang gagal meraih medali emas di kandang sendiri. Sementara ganda campuran belum dipertandingkan di Asian Games 1962 dan baru dimainkan pada edisi berikutnya 1966 di Bangkok, Thailand.
Setelah gagal total di Asian Games 2022 (2023), tantangan berat bakal diemban atlet Bulu Tangkis Indonesia di edisi 2026. Jonatan Christie sebagai salah satu pemain paling senior dari nomor tunggal putra bakal mengemban tanggung jawab mengembalikan tradisi emas.
Pemegang peringkat 1 dunia itu merupakan peraih medali emas Asian Games 2018 di Jakarta-Palembang, di nomor tunggal putra. Bersama Fajar Alfian yang turun di nomor ganda putra, keduanya menjadi pemain paling senior di tim bulu tangkis Indonesia saat ini.
Dari tim putra ada nama-nama seperti Jonatan Christie, Alwi Farhan, Moh Zaki Ubaidillah, Muhamad Yusuf, Fajar Alfian, Muhammad Shohibul Fikri, Leo Rolly Carnando, Daniel Marthin, Nikolaus Joaquin, dan Amri Syahnawi. Jonatan, Alwi, Zaki, dan Yusuf biasa bermain di sektor tunggal putra sedangkan yang lainnya di sektor ganda.
Sementara itu, di tim putri ada Putri Kusuma Wardani, Thalita Ramadhani Wiryawan, Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi, Mutiara Ayu Puspitasari, Rachel Allessya Rose, Febi Setianingrum, Febriana Dwipuji Kusuma, Meilysa Trias Puspitasari, Siti Fadia Silva Ramadhanti, dan Nita Violina Marwah. Putri, Thalita, Dhinda, dan Mutiara adalah pemain tunggal dan sisanya adalah pemain sektor ganda.
Berdasarkan rekam jejak di beberapa turnamen BWF World Tour 2026, ganda putra dan tunggal putra menjadi 2 nomor yang diharapkan mampu meraih medali emas. Terutama Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri yang mencatat back to back juara di Japan Open dan China Open 2026.
Sejak dipasangkan pada Juli 2025 lalu, Fajar/Fikri telah meraih 8 gelar turnamen BWF World Tour. Oleh karenanya, mereka diharapkan mampu meraih prestasi terbaik di Asian Games 2026.
Ganda putra lainnya, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin juga berpotensi membuat kejutan. Walau prestasinya tidak sementereng Fajar/Fikri, Leo/Daniel beberapa kali memenangi turnamen BWF World Tour sepertu Thailand Open Super 500, Thailand Masters Super 300, dan Taipei Open Super 300.
PB PBSI sendiri tidak memasang target muluk di Asian Games 2026. Ketua Umum PP PBSI menyebut target federasi di Asian Games 2026 minimal meraih 1 medali emas agar lebih baik dari edisi terakhir.
Nomor yang diandalkan dapat meraih medali emas adalah ganda putra. Sementara itu, nomor lain diharapkan mampu tampil bagus sepanjang turnamen dan bisa meraih medali.
"Kami menargetkan satu medali emas dari nomor beregu putra," jelas Ketua Umum PP PBSI, Muhammad Fadil Imran, dikutip dari Antara.
Jadwal Bulu Tangkis Asian Games 2026 sendiri digelar pada tanggal 20-29 September. Sektor beregu digelar pada 20-24 September dan dilanjutkan sektor perorangan pada tanggal 25-29 September.(int/tir/ant)
Editor : Agus Jaka Purnama