Tiket MotoGP Mandalika 2026 Laris, Kuota Warga Lokal Menipis

Slamet Harmoko • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 09:31 WIB
Sirkuit Mandalika
Sirkuit Mandalika

Radarsampit.jawapos.com – Antusiasme masyarakat untuk menyaksikan ajang MotoGP di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada 9-11 Oktober 2026 cukup tinggi.

Hingga saat ini, penjualan tiket untuk umum telah mencapai 53 persen, sedangkan tiket khusus warga yang memiliki KTP NTB telah terjual 91 persen.

Direktur Operasi ITDC sekaligus Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP Mandalika), Troy Reza Warokka, mengatakan tingginya penjualan tiket menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap gelaran MotoGP tahun ini.

“Jadi, tiket itu sudah 53 persen untuk umum, dan tiket untuk KTP NTB sudah 91 persen,” kata Troy kepada wartawan seusai Rapat Persiapan MotoGP di Mataram, Senin.

Menurut Troy, antusiasme paling tinggi terlihat dari masyarakat NTB. Bahkan, ketika satu kuota tiket habis, pihak penyelenggara akan kembali membuka kuota berikutnya untuk memenuhi tingginya permintaan.

“Setelah habis di kuota satu, akan dibuka lagi untuk kuota berikutnya. Jadi, animo-nya luar biasa. Artinya, masyarakat merespons dengan positif,” ujarnya.

Untuk semakin mendongkrak penjualan tiket, Pemerintah Provinsi NTB juga terus melakukan promosi ke sejumlah daerah di Indonesia. Upaya serupa akan dilakukan pihak penyelenggara dengan menyasar daerah-daerah potensial.

Troy menyebut sejumlah daerah tetangga, seperti Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga Kalimantan Timur, menjadi sasaran promosi. Pemerintah daerah nantinya akan dilibatkan melalui dinas pariwisata masing-masing.

“Tadi Pak Gubernur meminta untuk beberapa daerah tetangga seperti Bali, NTT, bahkan Kalimantan Timur akan dilakukan pertemuan bersama kepala dinas pariwisata untuk melakukan ajang promosi. Itu pun akan kita lakukan hal yang sama. Bila menggunakan tiket provinsi terkait, kita juga berikan diskon yang sama seperti warga NTB,” jelasnya.

Selain menjadi ajang olahraga internasional, penyelenggaraan MotoGP Mandalika dinilai memberikan dampak ekonomi yang besar bagi NTB maupun perekonomian nasional.

Troy menyebut dampak ekonomi MotoGP pada 2024 mencapai sekitar Rp2,4 triliun. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi Rp4,9 triliun pada 2025. Untuk penyelenggaraan tahun ini, pihaknya menargetkan dampak ekonomi bisa mencapai Rp5 triliun.

“Kalau 2024 itu di angka Rp2,4 triliun, tahun 2025 di angka Rp4,9 triliun. Tahun ini kita harapkan angkanya bisa Rp5 triliun. Kita doakan sama-sama,” katanya.

Tingginya penjualan tiket juga membuat Troy optimistis penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 mampu kembali menggerakkan perekonomian. Optimisme tersebut semakin kuat dengan adanya permintaan tambahan penerbangan langsung menuju NTB selama periode penyelenggaraan MotoGP.

Menariknya, minat untuk menyaksikan MotoGP Mandalika juga datang dari mancanegara. Penjualan tiket bahkan telah menjangkau sejumlah negara, termasuk Monaco.

“Yang menarik, pembelian tiket dari luar negeri juga oke. Bahkan sampai ke Monaco,” ungkap Troy.

Selain itu Troy turut mengapresiasi dukungan pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam menyukseskan penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026.

Salah satu langkah yang dinilai positif adalah promosi yang dilakukan Pemprov NTB dengan mengajak para gubernur di seluruh Indonesia untuk datang menyaksikan MotoGP Mandalika.

“Ini terobosan yang bagus dilakukan Gubernur NTB dengan mengundang gubernur di Indonesia, tidak hanya sebagai penonton, tetapi melihat MotoGP sebagai sebuah dampak ekonomi,” ujarnya.

Ia menilai dukungan tersebut menunjukkan bahwa MotoGP Mandalika tidak hanya dipandang sebagai ajang olahraga, tetapi juga sebagai momentum untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata daerah.

“Termasuk dukungan pemerintah pusat juga sangat luar biasa besar,” pungkasnya. (ant)

 

Editor : Slamet Harmoko
motogp mandalika tiket motogp mandalika ntb motogp