Radarsampit.jawapos.com – Kabar melegakan datang dari KTM menjelang MotoGP Aragon. Pabrikan asal Mattighofen, Austria, itu dipastikan dapat kembali mengerahkan seluruh potensi mesin V4 RC16 setelah sebelumnya harus membatasi performa akibat persoalan keandalan mesin.
Memasuki seri Aragon, KTM dan tim satelit Tech3 disebut telah menyelesaikan langkah perbaikan terhadap komponen vital di dalam engine block.
Dengan demikian, pembatasan performa yang sebelumnya diterapkan sebagai langkah pencegahan kini dapat dihentikan.
Masalah tersebut sempat menjadi perhatian setelah muncul gangguan teknis yang menyebabkan mesin mengalami shutdown secara tiba-tiba. Salah satu kejadian yang menjadi sorotan terjadi pada motor Pedro Acosta.
Untuk menjaga keamanan dan daya tahan mesin, KTM sebelumnya harus melakukan langkah preventif. Salah satunya dengan memangkas batas putaran mesin atau RPM limit.
Konsekuensinya, tenaga puncak RC16 tidak dapat dikeluarkan secara maksimal.
Kondisi tersebut turut dirasakan para pebalap KTM dan Tech3, termasuk Acosta, Brad Binder, Maverick Viñales, serta Enea Bastianini.
Performa motor terutama terasa kurang optimal ketika memasuki trek lurus panjang yang membutuhkan tenaga besar.
Situasi mulai berubah setelah KTM mendapatkan persetujuan dari MSMA (Motorcycle Sports Manufacturers’ Association) untuk melakukan perbaikan berdasarkan pertimbangan keselamatan.
Melalui regulasi konsesi yang berlaku, KTM mendapat izin membuka segel mesin resmi di bawah pengawasan teknisi terkait. Komponen yang bermasalah kemudian diganti sebelum mesin kembali disegel untuk digunakan dalam balapan.
Dengan proses tersebut telah diselesaikan menjelang akhir pekan MotoGP Aragon, KTM kini dapat kembali mengoperasikan mesin RC16 tanpa pembatasan performa seperti sebelumnya.
Artinya, engine mapping KTM tidak lagi harus melakukan pengurangan tenaga secara agresif. Potensi kecepatan maksimum RC16 pun diharapkan kembali meningkat, terutama saat melibas trek lurus panjang MotorLand Aragon.
Bagi Acosta dan Binder, kondisi tersebut menjadi kabar penting. Keduanya kini dapat lebih fokus mengejar performa di lintasan tanpa harus terlalu dibayangi kekhawatiran mengenai keandalan mesin.
MotorLand Aragon sendiri dikenal memiliki karakter yang cukup menuntut. Sirkuit dengan kombinasi tikungan cepat, tikungan teknis, serta lintasan lurus panjang membuat performa mesin menjadi salah satu faktor penting.
Jika masih menggunakan mode pembatasan tenaga, KTM tentu berpotensi kehilangan banyak waktu di sektor lurus. Ducati dan Aprilia bisa mendapatkan keuntungan dari sisi akselerasi dan kecepatan maksimum.
Kini, setelah RC16 kembali mendapatkan kesempatan mengeluarkan tenaga secara penuh, pertanyaan berikutnya adalah seberapa kompetitif KTM di Aragon.
Kuda besi Mattighofen sudah kembali dilepas dari kandang. Tinggal menunggu apakah tenaga penuh RC16 benar-benar cukup untuk mengusik dominasi Ducati di MotorLand Aragon. (*)
Editor : Slamet HarmokoSumber : tmcblog.com