Leonel Messi Ditinggal Pergi Sang Ayah, Sosok yang Menemani Hingga Jadi Legenda 

Agus Jaka Purnama • Dipublikasikan Minggu, 9 Agustus 2026 | 22:05 WIB
Leonel Messi saat bersama kedua orangtuanya.(net)
Leonel Messi saat bersama kedua orangtuanya.(net)

radarsampit.jawapos.com- Jorge Messi, ayah sekaligus sosok penting dalam perjalanan karier Lionel Messi, meninggal dunia pada Sabtu (8/8/2026) di Rosario, Argentina, dalam usia 68 tahun. Ia meninggal setelah menjalani perawatan medis dalam beberapa waktu terakhir akibat masalah kesehatan yang tidak pernah diungkap kepada publik.

Sebab, dari kota itulah perjalanan panjang Jorge bersama Lionel bermula sebelum keduanya membawa cerita tersebut hingga ke panggung terbesar sepak bola dunia.

Kepergian Jorge menutup perjalanan panjang seorang ayah yang berada di belakang sejumlah keputusan terbesar dalam karier Lionel Messi. Dari Rosario hingga Barcelona, ia mendampingi putranya melewati masa sulit sebelum Lionel menjelma menjadi salah satu pemain terbesar dalam sejarah sepak bola.

Jorge bukan sekadar ayah bagi Lionel Messi. Ia juga menjadi figur penting yang mendampingi, mengelola, dan memberikan dukungan dalam perjalanan profesional putranya.

Newell's Old Boys, klub tempat Jorge pernah bermain di level junior, mengenangnya sebagai sosok yang mendukung perjalanan Lionel bersama istrinya, Celia Cuccittini.

Jorge meninggalkan Celia serta empat anak mereka, yakni Lionel, Rodrigo, Matías, dan María Sol.

Sebelum fokus mendampingi karier putranya, Jorge bekerja sebagai teknisi kimia dan buruh baja. Ia juga pernah bermain sebagai gelandang hingga level junior Newell's Old Boys sebelum meninggalkan sepak bola untuk menjalani wajib militer di Argentina.

Baca Juga: Kevin De Bruyne Diincar Inter Miami untuk Duet dengan Leonel Messi

Kecintaannya terhadap sepak bola kemudian kembali terlihat ketika ia memainkan peran besar dalam perjalanan Lionel. Jorge menjadi agen sekaligus terlibat dalam pengelolaan berbagai urusan profesional dan bisnis putranya.

Salah satu keputusan paling menentukan terjadi ketika Jorge membawa Lionel yang masih muda ke Barcelona pada awal 2000-an untuk menjalani trial.

Langkah tersebut membuka jalan bagi Lionel menuju La Masia, akademi muda Barcelona. Beberapa tahun kemudian, ia menjalani debut profesional bersama tim utama pada 2005.

Jorge tidak hanya membawa Lionel ke Barcelona, tetapi juga tetap mendampingi putranya ketika keluarga mereka menghadapi masa sulit di negara baru.

Dalam wawancara dengan Radio del Plata pada 2007, Lionel mengenang bagaimana dirinya dan sang ayah berusaha terlihat baik-baik saja meski sebenarnya sedang menghadapi masa sulit.

“Ayahku selalu berada di sisiku,” kata Lionel Messi dalam wawancara tersebut.

Lionel juga mengenang bagaimana Jorge pernah bertanya apakah dirinya ingin tetap bertahan di Barcelona atau kembali ke Argentina. Pada akhirnya, sang ayah memilih terus mendampinginya.

Peran Jorge kemudian berkembang jauh melampaui pendampingan keluarga. Ia terlibat dalam negosiasi kontrak Lionel bersama Barcelona dan pengelolaan karier putranya, termasuk ketika Lionel pindah ke Paris Saint-Germain dan kemudian Inter Miami.

Jorge juga menangani berbagai urusan bisnis Lionel, termasuk hak citra serta investasi di sejumlah sektor.

Di tengah perjalanan tersebut, Jorge tetap menjadi figur dekat bagi Lionel ketika karier sang anak berkembang hingga ke level tertinggi.

Lionel kemudian mengoleksi delapan Ballon d'Or dan membawa Argentina meraih gelar Piala Dunia 2022. Pencapaian itu menjadi bagian dari warisan karier yang turut dibangun bersama dukungan sang ayah sejak masa kanak-kanak.

Sementara itu, kondisi kesehatan Jorge sempat menjadi sorotan publik ketika Lionel Messi terlihat emosional setelah mencetak gol dalam pertandingan pertama Argentina melawan Aljazair di Piala Dunia 2026.

Setelah pertandingan, Lionel mengatakan tangisannya berkaitan dengan alasan pribadi dan bukan olahraga. Pernyataan itu kemudian memicu berbagai spekulasi mengenai kondisi sang ayah.

Keluarga Messi akhirnya mengonfirmasi pada Juni 2026 bahwa Jorge sedang mengalami masalah kesehatan dan menjalani perawatan medis. Namun, keluarga tidak mengungkap penyakit yang dideritanya serta meminta publik menghormati privasi mereka.

Jorge tidak dapat mendampingi Lionel secara langsung selama turnamen di Amerika Utara karena kondisi kesehatannya.

Setelah Piala Dunia berakhir, Lionel sempat kembali ke Rosario untuk menghabiskan waktu bersama keluarga sebelum kembali menjalani aktivitasnya bersama Inter Miami.

Kini, Lionel kembali ke Rosario setelah kabar kepergian sang ayah. Kehilangan tersebut datang setelah bertahun-tahun Jorge menjadi salah satu orang terdekat yang mendampingi Lionel dalam perjalanan dari pemain muda di Rosario hingga menjadi legenda sepak bola dunia.

Kepergian Jorge Messi langsung mendapat penghormatan dari berbagai klub dan organisasi sepak bola yang memiliki hubungan dengan Lionel.

Barcelona menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Messi sekaligus berterima kasih kepada Jorge karena telah mempercayakan awal perjalanan hingga masa-masa paling gemilang karier Lionel kepada klub tersebut.

Inter Miami juga memberikan dukungan kepada Lionel menjelang pertandingan melawan Monterrey di Leagues Cup. Lionel tidak tampil dalam pertandingan tersebut karena berada di Argentina bersama keluarganya.

Paris Saint-Germain, klub yang pernah diperkuat Lionel, turut menyampaikan belasungkawa. CONMEBOL juga mengirimkan ucapan duka kepada Lionel dan keluarga Messi.

Federasi sepak bola Argentina memberikan penghormatan khusus melalui pernyataan presidennya, Claudio Tapia. Ia mengenang Jorge sebagai sosok yang berhasil membesarkan seorang pribadi bernilai, rendah hati, penuh rasa hormat, dan memiliki komitmen mendalam kepada orang lain.

AFA kemudian menetapkan penghormatan satu menit mengheningkan cipta di seluruh pertandingan sepak bola Argentina dari semua kategori. Para pemain, wasit, dan staf pelatih juga mengenakan pita hitam sebagai bentuk penghormatan kepada Jorge Messi.(riz/hen/jpc)

 

Editor : Agus Jaka Purnama
Jorge Messi meninggal dunia Leonel Messi sepak bola dunia ayah