Menpora Diminta Membuat Blue Print. Presiden Targetkan Timnas ke Piala Dunia 2030

Agus Jaka Purnama • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 07:18 WIB
SE INDONESIA: Pembukaan kongres PSSI 2026, di Jakarta, Senin (3/8). (dok.jawapos.com)
SE INDONESIA: Pembukaan kongres PSSI 2026, di Jakarta, Senin (3/8). (dok.jawapos.com)

radarsampit.jawapos.com-Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberi tugas penting kepada Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) sekaligus Ketum PSSI, Erick Thohir. Ia meminta Erick menyusun blueprint atau cetak biru Timnas Indonesia menuju Piala Dunia 2030.

Permintaan itu disampaikan Prabowo dalam pembukaan Kongres PSSI 2026 di Hotel Fairmont, Jakarta, Senin (3/8/2026). Orang nomor satu Indonesia itu tidak hadir secara langsung, namun pidatonya dibacakan langsung oleh Erick selaku Menpora sekaligus Ketum PSSI.

"Saudara-saudara, pemerintahan yang saya pimpin memiliki komitmen yang kuat untuk mendukung kemajuan sepak bola nasional. Saya telah meminta Menteri Pemuda dan Olahraga sekaligus Ketua Umum PSSI menyusun blueprint tim nasional Indonesia menuju Piala Dunia 2030 sebagai arah pembangunan sepak bola Indonesia secara berkelanjutan," kata Prabowo dalam pidato yang dibacakan Erick.

Prabowo menegaskan pemerintah akan mendukung penuh PSSI demi mewujudkan ambisi Timnas Indonesia lolos Piala Dunia 2030. Selain itu, kata dia, pemerintah juga akan memberikan dukungan lewat sejumlah kebijakan yang mendukung kemajuan sepak bola nasional.

"Namun, saya ingin menegaskan bahwa cita-cita besar ini tidak dapat diwujudkan oleh pemerintah atau PSSI saja. Ini adalah kerja besar bangsa Indonesia. Klub, akademi, pelatih, pemain, suporter, pemerintah daerah, dunia usaha, media, dan seluruh masyarakat harus berjalan dalam satu semangat yang sama," ujar Prabowo.

"Semangat untuk membangun sepak bola Indonesia yang profesional, berintegritas, berprestasi, dan membanggakan bangsa," tambahnya.

Lebih lanjut, Prabowo mengatakan pembangunan sepak bola nasional tidak hanya bertujuan mengejar prestasi, tapi juga menjadi bagian dalam membangun masa depan generasi muda.

Baca Juga: Timnas Indonesia Kalahkan Oman 3-0, Rangking FIFA Naik ke Peringkat 118

Menurutnya, negara harus hadir untuk menciptakan sistem yang mampu memberikan kesempatan yang sama bagi setiap anak dalam mengembangkan bakat dan mewujudkan cita-citanya.

"Tetapi, lebih dari itu, saya ingin negara memastikan bahwa setiap anak yang memiliki mimpi tersebut memperoleh kesempatan untuk menggapainya. Karena bangsa yang besar bukanlah bangsa yang mematikan mimpi anak-anaknya, melainkan bangsa yang membuka jalan agar mimpi itu dapat menjadi kenyataan," terang Prabowo.

Sementara itu, Kongres Biasa PSSI 2026 diketahui diikuti 38 Asosiasi Provinsi (Asprov), 18 klub Super League, 20 klub Championship, 24 klub Liga Nusantara, serta lima  sosiasi anggota PSSI lainnya. Sejumlah agenda strategis akan menjadi pembahasan utama.

Salah satu agendanya adalah pembahasan mengenai penerimaan, pemberhentian, perubahan nama, serta perpindahan domisili anggota PSSI. PSSI turut menjadwalkan pembentukan Komite Pemilihan dan Komite Banding Pemilihan sebagai bagian dari persiapan Kongres Pemilihan Ketua Umum PSSI yang akan digelar pada 2027.

Salah satu pembahasan yang diperkirakan paling menyita perhatian adalah penetapan usulan identitas sejumlah klub peserta kompetisi nasional. Saat ini, ada dua tim yang santer berganti nama yaitu Adhyaksa FC menjadi Isen Mulang FC dan Malut United menjadi Jateng United.

Setelah kongres berakhir, rencananya peserta kongres akan mengikuti acara menonton laga Timnas Indonesia vs Vietnam dalam lanjutan Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Senin (3/8) pukul 20.30 WIB.(an/ed/jpc)

 

Editor : Agus Jaka Purnama
Blue Print menpora Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto piala dunia erick thohir