Chelsea vs AC Milan Agendakan Duel di Gelora Bung Karno

Agus Jaka Purnama • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 21:57 WIB
Pertemuan pemain AC Milan dan Chelsea di ajang Liga Champions. (net)
Pertemuan pemain AC Milan dan Chelsea di ajang Liga Champions. (net)

radarsampit.jawapos.com-Dua klub raksasa Eropa, Chelsea dan AC Milan, akan saling berhadapan dalam laga uji coba pramusim di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta pada 8 Agustus 2026 nanti. Duel bergengsi tersebut dipastikan menjadi sorotan internasional karena akan disiarkan di 70 negara.

Setelah sekian lama, akhirnya ada klub raksasa Eropa yang kembali mampir ke Indonesia. Diketahui, RCD Espanyol menjadi klub Eropa yang terakhir kali menyambangi Indonesia pada 2017.

Ninesport selaku promotor berhasil mendatangkan Chelsea dan AC Milan yang memiliki sejarah besar. Kehadiran dua klub raksasa ini tentu menjadi angin segar bagi pencinta sepak bola Tanah Air, khususnya bagi para fans kedua tim.

"Ninesport merasa cukup bangga karena bisa kembali mendatangkan klub Eropa setelah lebih dari satu dekade ke Jakarta. Terlebih kali ini kami berhasil, setelah sekian lama kita selalu memimpikan konsep pertandingan kelas Eropa di GBK, akhirnya kita berhasil bersama-sama mewujudkan pertandingan tersebut,” kata Arief Putro Wicaksono selaku CEO Ninesport dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (28/7/2026).

Baca Juga: Hasil Akhir Liga Inggris, Chelsea Absen di Liga Eropa

Arief mengungkapkan, pertandingan klasik yang mempertemukan dua klub besar itu akan memberikan dampak positif terhadap Indonesia. Pasalnya, laga uji coba antara Chelsea melawan AC Milan akan disiarkan langsung di 70 negara, membuat Indonesia semakin dikenal di kancah internasional.

Mewakili pemerintah, Menpora Erick Thohir menyambut positif laga pramusim antara Chelsea vs AC Milan. Ia pun menilai, pertandingan dua klub raksasa Eropa itu akan memberikan berbagai dampak, terutama dari sisi ekonomi. Maka itu, ia menegaskan pemerintah akan memberikan dukungan penuh.

 “Tentu ini hal yang sangat positif yang selalu saya sampaikan, jangan persepsi olahraga ini kayaknya tuh jadi beban. Semua mikirnya ini biaya, biaya, biaya. Padahal, olahraga ini sudah menjadi revenue center, income tambahan buat negara. Contoh, kalau kita bicara ya, kalau ada pertandingan seperti Chelsea dan AC Milan. Itu tiketnya ada transaksinya, terus ada pajaknya. Betul kan? Lalu impact-impact lainnya ada apa? Promosi Indonesia,” ujar Erick.

 “Jadi saya sangat apresiasi untuk para private sektor atau promotor yang bisa membawa event-event dunia. Kami pastikan kami mendukung, ya apa pun yang kita bisa tentu sinergikan dengan segala keterbatasan,” lanjutnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Yunus Nusi menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah terhadap penyelenggaraan pertandingan tersebut. Ia menilai kehadiran dua klub elite Eropa akan semakin menggairahkan sepak bola nasional.

 

“PSSI tentu memberikan dukungan dan apresiasi atas dukungan pemerintah terhadap penyelenggaraan event-event internasional yang hari ini kita diskusikan tentang pertandingan antara Chelsea dan AC Milan. PSSI tentu memberikan ruang yang besar bagi event-event seperti ini, karena kami yakin event seperti ini juga akan memberikan gairah sepak bola di tanah air,” tuturnya.

Yunus juga memastikan PSSI akan memberikan dukungan teknis, termasuk dalam aspek perwasitan dan dokumen pertandingan, agar laga dapat berlangsung sesuai standar internasional. Semua itu dilakukan agar pertandingan berskala internasional antara Chelsea vs AC Milan bisa berjalan dengan lancar.

“Tentu juga secara teknis PSSI akan memberikan support-nya, baik mengenai perwasitan dan tentu dokumen-dokumen yang menyangkut pertandingan ini. Karena kita tahu bahwa Chelsea dan AC Milan adalah tim besar yang dihuni oleh pemain-pemain top dunia juga,” pungkas Yunus.(an/ed/jpc)

 

 

 

 

 

Editor : Agus Jaka Purnama
klub raksasa Chelsea vs AC Milan eropa erick thohir sugbk