Kisah ketika Messi Nyaris Masuk Timnas Spanyol

Agus Jaka Purnama • Dipublikasikan Minggu, 19 Juli 2026 | 19:40 WIB
MASA LALU: Leonel Messi saat bermain di akademi La Masia, milik FC Barcelona di Spanyol, tempat dimana ia tumbuh hingga menjadi bintang sepak bola.(net)
MASA LALU: Leonel Messi saat bermain di akademi La Masia, milik FC Barcelona di Spanyol, tempat dimana ia tumbuh hingga menjadi bintang sepak bola.(net)

radarsampit.jawapos.com-Duel antara timnas Spanyol vs Argentina di final Piala Dunia 2026, di New Jersey bukan hanya mempertemukan dua kekuatan besar sepak bola dunia, tetapi juga menghadirkan cerita unik yang melibatkan, Lionel Messi.

Di usia 39 tahun, Messi menjalani final Piala Dunia ketiganya dalam enam penampilan di ajang paling bergengsi tersebut. Namun, duel melawan Spanyol memiliki makna yang lebih dalam. Pasalnya, jauh sebelum menjadi ikon Albiceleste, Messi ternyata hampir mengenakan seragam La Roja.

Namun, duel melawan Spanyol memiliki makna yang lebih dalam. Pasalnya, jauh sebelum menjadi ikon Albiceleste, Messi ternyata hampir mengenakan seragam La Roja.

Pada September 2001, Messi yang baru berusia 13 tahun hijrah ke Barcelona untuk bergabung dengan akademi La Masia. Di sanalah bakatnya berkembang pesat hingga menjadikannya salah satu pemain terbaik sepanjang masa.

Selama 21 tahun membela Barcelona, Messi tumbuh besar di Spanyol. Kondisi itu membuat peluangnya membela tim nasional Spanyol terbuka lebar. Namun, di balik semua itu, satu impian yang tak pernah berubah adalah mengenakan seragam Argentina.

Keputusan tersebut kemudian menjadi salah satu titik penting dalam sejarah sepak bola. Melansir NDTV, mantan pelatih Argentina, Jose Pekerman, yang memberikan debut senior kepada Messi, pernah mengungkapkan bahwa dirinya pertama kali mendengar nama Messi dari staf pelatih tim muda Argentina saat Piala Dunia U-17 tahun 2003.

Baca Juga: Harry Kane Puji Leonel Messi Usai Inggris Kalah oleh Argentina

Setahun sebelumnya, pelatih timnas Argentina saat itu, Marcelo Bielsa, bersama asistennya Claudio Vivas sedang berada di Spanyol untuk memantau pemain-pemain Argentina yang berkarier di Eropa. Di situlah muncul sebuah rekaman VHS berisi aksi seorang bocah berbakat bernama Lionel Messi.

Mantan agen Messi, Horacio Gaggioli, menceritakan bagaimana rekaman itu sampai ke tangan Bielsa.

"Itu ide ayah Messi, Jorge. Dia bilang padaku: 'Horacio, tim nasional Argentina akan datang ke Barcelona, bisakah kau mendapatkan beberapa cuplikan Leo untuk mereka?' Leo tidak begitu terkenal di Argentina."

"Kami punya video yang diberikan Barca kepadaku berisi beberapa permainan, dan aku pergi ke Hotel Princesa Sofia di Barcelona tempat mereka menginap. Aku bertanya tentang Vivas, yang merupakan asisten Bielsa."

Gaggioli kemudian mengenang reaksi Bielsa ketika melihat permainan Messi. "Ketika Marcelo memperbarui kontraknya dengan Argentina, kami melakukan tur Eropa untuk menjelaskan kepada para pemain mengapa kami memperbarui kontrak setelah Piala Dunia Korea Selatan-Jepang pada tahun 2002. Selama singgah di Barcelona, seorang pria Argentina mendekati saya."

 

"Saya bercerita kepada Marcelo tentang dia dan dia bertanya: 'Apakah dia bermain bagus?' Saya menjawab: 'Dia tidak hanya bermain bagus, dia luar biasa!' 'Coba saya putar sedikit,' kata Marcelo, sambil menambahkan saat saya memutar rekaman itu: 'Tapi putar dengan kecepatan normal, kamu tidak akan melihat hal seperti ini.' Saya berkata: 'Marcelo, ini sudah dengan kecepatan normal, saya hanya menekan tombol putar.' Dia berkata: 'Tapi anak ini luar biasa!'"

Sayangnya, ketika rekaman tersebut sampai ke tangan Hugo Tocalli, pelatih tim muda Argentina, persiapan menuju Piala Dunia U-17 2003 sudah hampir selesai.

Tocalli akhirnya memutuskan tidak memasukkan Messi ke dalam skuad. Argentina kemudian tersingkir setelah kalah 3-2 dari Spanyol di semifinal. Seusai pertandingan, seorang staf tim Spanyol bahkan mengatakan bahwa Argentina kemungkinan besar akan menang jika Messi ikut bermain.

Sepulang dari turnamen, Tocalli langsung berupaya membawa Messi ke tim nasional Argentina. Sebuah laga uji coba bahkan disiapkan agar pemain muda tersebut bisa segera memenuhi syarat tampil bersama Albiceleste.

Di saat yang sama, Spanyol mulai bergerak. Gaggioli mengungkapkan bahwa dirinya berkali-kali menerima pertanyaan mengenai kemungkinan Messi membela La Roja.

"Saya menerima banyak panggilan yang menanyakan apakah dia bisa bermain untuk tim nasional Spanyol," kenang Gaggioli. "Saya akan memberi tahu mereka bahwa keputusan akhirnya ada di tangan Leo dan keluarganya. Tidak ada keraguan tentang kemampuannya, tetapi dia harus memilih."

Namun, sejak awal Messi sudah memiliki keputusan yang tidak pernah berubah.Menurut Gaggioli, sang megabintang selalu ingin membela Argentina, meski seluruh perjalanan karier klubnya berkembang di Spanyol bersama Barcelona.

Keputusan itulah yang akhirnya melahirkan salah satu kisah paling bersejarah dalam sepak bola dunia. Bersama Argentina, Messi berhasil mengangkat trofi Copa America dan Piala Dunia, sekaligus mengukuhkan dirinya sebagai salah satu pemain terbesar sepanjang masa.(ed/yan/jpc)

 

 

 

Editor : Agus Jaka Purnama
Spanyol vs Argentina Leonel Messi barcelona piala dunia la masia