radarsampit.jawapos.com- Argentina ditantang bisa mempertahankan gelar juara dunianya saat menghadapi Spanyol pada final Piala Dunia 2026 di MetLife Stadium, East Rutherford, Senin (20/7/2026) pukul 02.00 WIB.
Duel dua raksasa dari Amerika Selatan dan Eropa ini diprediksi menyajikan adu filosofi sepak bola modern, dan berpotensi menjadi salah satu final terbaik dalam sejarah turnamen. Pertandingan ini juga mempertemukan juara bertahan dunia melawan juara Eropa yang sama-sama tampil konsisten sepanjang turnamen.
Spanyol datang ke final dengan identitas permainan yang semakin matang di bawah arahan Luis de la Fuente. Sepanjang sejarah, Timnas Spanyol baru sekali menjadi pemenang Piala Dunia, yaitu di edisi 2010 melalui generasi emas mereka.
La Roja tetap mengandalkan penguasaan bola sebagai senjata utama, tetapi kini tampil lebih efektif dalam menciptakan peluang dan menyelesaikan serangan.Pendekatan tersebut terlihat jelas saat mereka mengalahkan Prancis di semifinal.
Spanyol mendominasi jalannya pertandingan melalui sirkulasi bola cepat, perpindahan posisi antarpemain, serta tekanan tinggi yang membuat lawan kesulitan mengembangkan permainan.
Fakta menarik lainnya, Spanyol baru kebobolan satu gol sepanjang Piala Dunia 2026.Statistik tersebut memperlihatkan organisasi pertahanan yang sangat solid sekaligus keseimbangan antara lini belakang dan lini tengah yang mampu mengontrol tempo pertandingan.
Jika dibedah secara rinci, dalam 7 pertandingan Piala Dunia 2026 hingga semifinal, Spanyol punya expected Goals against (xG against) sebesar 3,09. Jika semua peluang emas lawan dihitung secara matematis, Spanyol "seharusnya" kebobolan minimal 3 gol. Namun, faktanya, mereka cuma terkoyak sekali saja.
Baca Juga: Kisah Lionel Messi ketika Memandikan Lamine Yamal pada 19 Tahun Silam
Selain itu, ada 44 tembakan yang dilepaskan lawan Spanyol dari 7 laga. Itu tergolong rendah karena La Roja hanya menderita rata-rata 6,2 tembakan per laga). Kualitas rata-rata tembakan lawan hanyalah 0,07.
Sepanjang perjalanan Spanyol di Piala Dunia edisi ke-23 ini, para lawan dipaksa melakukan tembakan-tembakan sulit (jarak jauh atau sudut sempit) dengan peluang masuk hanya sebesar 7% per tembakan.
Buktinya terjadi saat Spanyol melawan Prancis yang sebelum laga semifinal bisa mengemas 16 gol, 8 di antaranya dibukukan Kylian Mbappe. Meski Les Bleus mengirim 10 tembakan, hanya 2 saja yang on target. Selain itu, tendangan tepat sasaran pertama Prancis baru terjadi pada menit 81.
Kemampuan lini tengah Spanyol untuk meredam Prancis ini akan jadi momok untuk Argentina, tim yang sama eksplosifnya dengan Les Bleus.
Sementara La Albiceleste punya 19 gol di Piala Dunia 2026, yang dibagi pada Lionel Messi (8 gol), Lautaro Martinez (3 gol), dan Enzo Fernandez (2 gol).
Argentina pun sudah juara 3 kali, yaitu pada 1978, 1986, dan 2022. Selain itu, La Albiceleste tercatat sudah tembus 5 kali ke final, 3 di antaranya, termasuk pada edisi 2026 ini, terjadi pada era Lionel Messi.
Lini serang La Albiceleste yang hingga kini punya 19 gol dari 7 laga, atau lini belakang La Roja yang baru terkoyak sekali dalam 7 partai.
Namun, ada perbedaan signifikan Argentina dengan Prancis. Tercatat, ada 8 penggawa La Albiceleste yang sudah mencetak gol di Piala Dunia kali ini, dari 3 sektor berbeda: 12 gol dari penyerang, 4 gol dari gelandang, dan 2 gol dari bek tengah.
Faktor lain, Argentina bisa mencetak gol dari semua cara. Ada 8 dari open play, 5 set pieces, 4 serangan balik, 1 penalti, dan 1 gol bunuh diri. Belum lagi gol menit-menit akhir laga yang jadi senjata Albiceleste untuk mempersembahkan gelar terakhir kepada Lionel Messi.
Mental juara tim tango sudah terbukti saat melawan Cape Verde, ketika mereka 2 kali dikejar sebelum menang 3-2. Saat jumpa Mesir, Argentina menghadapi situasi berbeda, dari tertinggal 2 gol jadi menang 3-2.
Melawan Swiss, La Albiceleste lepas dari tekanan setelah lawan mencetak gol penyeimbang. Lalu, saat menghadapi Inggris, tinggal punya 5 menit sisa, Argentina malah menang 2-1.
Kemampuan bangkit dari tekanan menjadi pembeda utama Argentina sepanjang turnamen. Tim ini tidak selalu mendominasi penguasaan bola, tetapi sangat efisien dalam memanfaatkan momentum ketika peluang emas datang.
Mental pantang menyerah kembali terlihat saat menghadapi Inggris.Anthony Gordon sempat membawa Inggris unggul lebih dulu, tetapi Argentina mampu membalas melalui gol Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez untuk menang 2-1 sekaligus melaju ke final kedua secara beruntun.
Melihat analisa di atas, final Spanyol vs Argentina diprediksi menghadirkan duel strategi yang menarik sejak menit pertama.
Spanyol kemungkinan akan mendominasi penguasaan bola, sedangkan Argentina lebih nyaman menunggu celah sebelum melancarkan serangan cepat yang mematikan.
Perbedaan karakter itu membuat pertandingan sulit diprediksi.Spanyol berusaha mengendalikan ritme permainan melalui umpan-umpan pendek dan rotasi pemain, sementara Argentina mengandalkan efektivitas, kecepatan transisi, serta kemampuan pemain-pemain berpengalaman dalam menentukan hasil pertandingan.
Laga ini juga menjadi ujian besar bagi kedua pelatih.Luis de la Fuente harus menemukan cara membongkar pertahanan Argentina yang semakin solid, sedangkan Lionel Scaloni dituntut menjaga efektivitas serangan saat menghadapi tim dengan penguasaan bola terbaik di turnamen.
Bagi Lionel Messi, Spanyol adalah negara yang menjadi saksi perjalanan panjangnya hingga menjelma sebagai salah satu pesepak bola terbaik sepanjang sejarah.Selain faktor emosional, Messi juga berpeluang menutup Piala Dunia 2026 dengan pencapaian luar biasa.
Delapan gol yang telah dicetak membuatnya berpeluang meraih gelar top skor sekaligus mengantar Argentina mempertahankan trofi juara dunia.
Dari sisi sejarah pertemuan, final ini menjadi duel resmi kedua timnas di Piala Dunia. Pertemuan pertama terjadi pada edisi 1966 ketika Argentina menang 2-1 berkat dua gol Luis Artime.Di luar ajang Piala Dunia, kedua negara sudah bertemu 13 kali dalam laga persahabatan.
Spanyol mencatat enam kemenangan, Argentina lima kemenangan, sementara dua pertandingan lainnya berakhir imbang sehingga memperlihatkan rivalitas yang relatif seimbang.(riz/ba/tir/jpc)
Perkiraan Pemain
Spanyol (4-2-3-1): Unai Simón; Pedro Porro, Aymeric Laporte, Pau Cubarsí, Marc Cucurella; Rodri, Fabian Ruiz; Dani Olmo, Lamine Yamal, Alex Baena; Mikel Oyarzabal
Argentina (4-4-2): Emiliano Martínez; Nahuel Molina, Cristian Romero, Lisandro Martinez, Nicolás Tagliafico; Rodrigo De Paul, Enzo Fernández, Alexis Mac Allister, Leandro Paredes; Lionel Messi, Julián Álvarez
Editor : Agus Jaka Purnama