Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Argentina Dikepung Tim UEFA di Semifinal Piala Dunia 2026

Agus Jaka Purnama • Senin, 13 Juli 2026 | 06:59 WIB
ilustrasi (AI)
ilustrasi (AI)

Timnas Argentina, selaku juara bertahan sekaligus wakil CONMEBOL jadi satu-satunya negara non-Eropa yang tersisa di 4 besar Piala Dunia 2026. Tim berjuluk La Albiceleste itu lolos ke semifinal setelah mengalahkan swiss melalui perpanjangan waktu dengan skor 3-1, Minggu (12/7) pagi WIB.

Prancis menjadi tim pertama yang mengamankan tempat di semifinal setelah menyudahi perlawanan gigih Maroko dengan skor 2-0 di Stadion Boston pada Jumat (10/7). Dua gol kemenangan Les Bleus yang dicetak oleh Kylian Mbappé dan Ousmane Dembélé di babak kedua memastikan tidak ada lagi wakil Afrika (CAF) yang tersisa di turnamen.

Sehari berselang, Sabtu (11/7), Spanyol menyusul dengan kemenangan dramatis 2-1 atas Belgia di Stadion Los Angeles. Gol penentu dari pemain pengganti, Mikel Merino, pada menit 88 memastikan langkah La Roja ke semifinal.

Di babak semifinal, pertemuan Prancis vs Spanyol di semifinal menjadi laga ulangan semifinal EURO 2024 yang diprediksi berjalan sangat atraktif.

Sementara timnas Inggris, harus memeras keringat hingga babak perpanjangan waktu untuk menyingkirkan tim kejutan Norwegia dengan skor 2-1 di Stadion Miami pada Minggu (12/7) dini hari WIB. Dua gol dari Jude Bellingham membalikkan kedudukan setelah Three Lions sempat tertinggal oleh gol Andreas Schjelderup di babak pertama.

Di edisi kali ini, dominasi negara-negara UEFA terlihat sejak babak 32 besar. Tercatat, ada 11 negara dari konfederasi yang lolos ke ronde pertama babak knockout tersebut. Hal ini berlanjut hingga perempat final, ketika ada 6 tim UEFA yang masih melaju, yaitu Prancis, Spanyol, Belgia, Norwegia, Inggris, dan Swiss. Empat slot semifinal pun dikuasai oleh raksasa Benua Biru, yakni Prancis, Spanyol, dan Inggris.

Dengan demikian, Argentina berdiri sendirian untuk membendung hegemoni UEFA di tanah Amerika. Messi dan kawan-kawan pun menjadi satu-satunya harapan dari zona CONMEBOL dan benua Amerika untuk menghentikan mimpi negara-negara Eropa untuk juara kedua kalinya di benua Amerika.

Sebelumnya, pada Piala Dunia 2014, Jerman menguasai benua Amerika ketika mengalahkan Argentina 1-0 di final yang digelar di Stadion Maracana, Brasil.

Baca Juga: Usai Prancis Taklukan Maroko, Kylian Mbappe Amati Spanyol vs Belgia 

Keberhasilan tiga wakil UEFA menembus semifinal, tak pelak telah menciptakan skenario "Argentina vs Eropa" yang sangat kental. La Albiceleste tidak hanya bermain untuk kehormatan negara mereka, melainkan juga membawa nama besar sepak bola Amerika Selatan yang dalam 20 tahun terakhir hanya juara Piala Dunia sekali, berbanding 4 milik negara-negara UEFA.

Jika melihat posisi tim pada bagan semifinal Piala Dunia 2026, ada dua skenario besar yang mungkin terjadi pada final Piala Dunia 2026, yang digelar Senin, 20 Juli 2026 mendatang.

Skenario Argentina vs Wakil Eropa (Prancis atau Spanyol)

Apabila Argentina mampu mengalahkan Inggris di semifinal, mereka akan menantang pemenang antara Prancis vs Spanyol. Duel Argentina vs Prancis akan menjadi ulangan final epik Piala Dunia 2022 di Qatar. Jika itu yang terjadi, akan ada ulangan duel Lionel Messi versus Kylian Mbappe.

Kemudian, apabila di final Argentina vs Spanyol, maka akan mempertemukan dua tim dengan gaya main berbasis teknik tinggi yang sangat menghibur. De La Roja yang kini banyak diisi pemain muda berbakat, akan jadi perhelatan antara Lionel Messi dengan sang pangeran baru Barcelona, Lamine Yamal.

Skenario All UEFA Final (Prancis/Spanyol vs Inggris)

Skenario ini akan terwujud jika Inggris mampu menumbangkan Argentina di babak semifinal. Apabila itu terjadi, maka trofi Piala Dunia dipastikan akan kembali pulang ke benua Eropa. Skenario ini akan jadi edisi kedua Piala Dunia di tanah Amerika yang dikuasai UEFA, setelah Piala Dunia di Brasil 2014 yang dimenangi Jerman.

Selain itu, jika final ini terwujud, maka ada peluang tradisi yang berlanjut sejak 1966, bahwa Piala Dunia selalu melahirkan juara yang berbeda. Juara bertahan yang bisa menjaga gelarnya di Piala Dunia hanyalah Italia pada 1938 setelah juara pada 1934, dan Brasil 1962 setelah menang pada 1958.(int/tir/gs)

 

 

 

Editor : Agus Jaka Purnama
#semifinal ' #argentina #Leonel Messi #La Albiceleste #prancis