Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Veda Ega Pratama Tunjukan Daya Juang di GP Jerman. Finis Urutan ke 8 dari Start Posisi 13

Agus Jaka Purnama • Minggu, 12 Juli 2026 | 20:58 WIB
Veda Ega Pratama (ist)
Veda Ega Pratama (ist)

radarsampit.jawapos.com-Pembalap asal Indonesia, Veda Ega Pratama, mengakhiri balapan Moto3 Jerman 2026 dengan finis di posisi kedelapan di Sirkuit Sachsenring, Minggu (12/7/2026). Start dari urutan ke-13, Veda mampu menunjukkan daya juang tinggi hingga menembus delapan besar.Sedangkan juara, diraih  Brian Uriarte setelah duel sengit melawan Máximo Quiles.

Veda memulai balapan denganmeyakinkan. Pebalap asal Gunungkidul, Yogyakarta, itu kemudian berhasil  menyalip Casey O'Gorman untuk mempertahankan peluang bersaing di rombongan tengah.

Sementara itu, Brian Uriarte yang memulai balapan dari pole position langsung memimpin sejak tikungan pertama. Pebalap Red Bull KTM Ajo tersebut mampu membuka jarak tipis dari rombongan terdepan.

Pada awal lap ketiga, balapan diwarnai insiden yang melibatkan empat pebalap. Beberapa pembalap terlempar ke area gravel dan ada yang terjatuh, tetapi insiden tersebut tidak memengaruhi posisi Veda.

Pada lap keempat, Veda berada di posisi ke-14. Di depan, Uriarte masih memimpin balapan dengan tekanan ketat dari Máximo Quiles dari CFMOTO Aspar Team.Memasuki lap keenam, Veda mulai memperbaiki posisi ke urutan ke-13. Berbeda dari beberapa seri sebelumnya, ia tampil lebih sabar dan tidak terburu-buru melancarkan serangan.

Strategi itu mulai membuahkan hasil pada akhir lap ketujuh. Veda berhasil naik ke posisi ke-11 dan hanya terpaut satu langkah untuk menembus 10 besar.Crash kembali terjadi pada lap kedelapan setelah kecelakaan cukup keras melibatkan dua pebalap, termasuk Adrián Cruces. Veda diuntungkan dengan naik ke posisi kesembilan.

Baca Juga: Veda Ega Pratama Ambil Pelajaran dari Hukuman Long Lap Penalty di Moto3 Hungaria 2026

Di barisan depan, duel Uriarte dan Quiles semakin sengit. Keduanya hanya dipisahkan sekitar setengah detik saat memasuki pertengahan balapan.

Performa Veda semakin meningkat pada lap ke-11. Ia berhasil menyalip Adrián Fernández dari Leopard Racing dan naik hingga posisi ketujuh.

Namun, posisi tersebut tidak bertahan lama. Pada lap berikutnya Veda kembali turun ke urutan kesembilan, sebelum mendapat keuntungan ketika salah satu pebalap di depannya melebar sehingga ia kembali naik ke posisi kedelapan.

Saat memasuki lap ke-14, Veda masih bertahan di posisi kedelapan. Sementara itu, persaingan memperebutkan kemenangan semakin memanas.Pada lap ke-15, Máximo Quiles sempat mengambil alih pimpinan balapan setelah berhasil menyalip Uriarte. Namun hanya berselang satu putaran, Uriarte kembali merebut posisi terdepan.

Memasuki lima lap terakhir, Veda sempat kehilangan ritme. Ia turun ke posisi kesembilan, lalu kembali melorot ke posisi ke-10 ketika tersisa empat lap.Situasi semakin sulit saat memasuki tiga lap terakhir. Veda bahkan sempat tercecer hingga posisi ke-12 akibat ketatnya persaingan di rombongan kedua.

Memanfaatkan duel ketat para rival di depannya, Veda berhasil melesat dan menyalip beberapa pebalap pada lap terakhir untuk mengamankan posisi kedelapan saat menyentuh garis finis.

Sementara itu, Brian Uriarte berhasil mempertahankan keunggulannya hingga akhir balapan, dan memastikan kemenangan pada seri Moto3 Jerman 2026.(jpc)

Editor : Agus Jaka Purnama
#delapan besar #sirkuit sachsenring #veda ega pratama #Balapan #moto3