Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Spanyol vs Belgia di Perempat Final Piala Dunia 2026, Jadi Ajang Adu Kepercayaan diri

Agus Jaka Purnama • Kamis, 9 Juli 2026 | 20:47 WIB
Ilustrasi Spanyol vs Belgia (modifikasi AI)
Ilustrasi Spanyol vs Belgia (modifikasi AI)

radarsampit.jawapos.com-Spanyol akan menghadapi Belgia pada babak perempat final Piala Dunia 2026 di Los Angeles Stadium, Sabtu (11/7/2026) pukul 02.00 WIB.

Timnas Spanyol yang berjuluk La Furia Roja datang dengan rekor pertahanan terbaik sepanjang turnamen dan diunggulkan melaju ke semifinal, tetapi Belgia membawa kepercayaan diri tinggi setelah menghancurkan Amerika Serikat 4-1.

Laga ini menjadi salah satu pertandingan paling dinanti di babak delapan besar. Kedua tim sama-sama memiliki kualitas untuk melangkah lebih jauh, tetapi hanya satu yang berhak mengamankan tiket semifinal.

Spanyol tampil sebagai salah satu tim paling konsisten sepanjang Piala Dunia 2026. Setelah bermain imbang tanpa gol melawan Tanjung Verde pada laga pembuka, tim asuhan Luis de la Fuente mencatat empat kemenangan beruntun.

Kemenangan terbaru diraih saat mengalahkan Portugal 1-0 pada babak 16 besar. Sundulan Mikel Merino menjadi pembeda dalam pertandingan ketat sekaligus mengantarkan Spanyol melangkah ke perempat final.

Keunggulan terbesar Spanyol terletak pada lini pertahanan. Hingga memasuki babak delapan besar, mereka belum kebobolan satu gol pun dalam lima pertandingan.

Rodri dan Pedri kembali menjadi motor permainan di lini tengah. Keduanya mampu mengatur tempo pertandingan sekaligus menjaga keseimbangan permainan ketika tim menyerang maupun bertahan.

Di lini depan, Spanyol memiliki banyak opsi berbahaya. Lamine Yamal, Nico Williams, Mikel Oyarzabal, hingga Dani Olmo mampu menciptakan peluang dari berbagai situasi.

Baca Juga: Tanggapan Pierluigi Collina Soal Kontroversi Wasit saat Argentina vs Mesir :Tidak ada yang dapat meragukan integritas ofisial pertandingan Piala Dunia

Fleksibilitas permainan menjadi nilai tambah La Furia Roja. Selain mendominasi penguasaan bola, mereka juga efektif memainkan serangan langsung ketika menemukan ruang di pertahanan lawan.

Sementara di kubu Belgia,  Romelu Lukaku dan kawan-kawan menuju perempat final tidak semulus Spanyol. Mereka sempat mengalami tiga hasil imbang sebelum akhirnya menemukan performa terbaik pada fase gugur.

Kemenangan telak 4-1 atas Amerika Serikat menjadi bukti kebangkitan skuad asuhan Rudi Garcia. Laga tersebut sekaligus memperlihatkan efektivitas lini serang Belgia.

Romelu Lukaku kembali menjadi andalan di lini depan. Penyerang berpengalaman itu sudah mengoleksi tiga gol sepanjang turnamen dan tetap menjadi ancaman utama bagi pertahanan lawan.

Belgia juga tidak hanya bergantung kepada Lukaku. Charles De Ketelaere tampil tajam setelah mencetak dua gol ke gawang Amerika Serikat.

Selain itu, Jeremy Doku dan Leandro Trossard siap memberikan ancaman melalui kecepatan di sektor sayap. Sementara Amadou Onana dan Nicolas Raskin bertugas menjaga keseimbangan permainan di lini tengah.

Kabar baik lainnya, seluruh pemain inti Belgia berada dalam kondisi fit menjelang pertandingan penting melawan Spanyol. Kondisi tersebut membuat Rudi Garcia memiliki banyak pilihan untuk menyusun strategi terbaik.

Sementara itu melihat rekor pertemuan keduanya, Dari 22 pertandingan mereka, La Furia Roja lebih sering keluar sebagai pemenang.

Lima pertemuan terakhir juga menunjukkan dominasi Spanyol. Mereka selalu mengalahkan Belgia, termasuk kemenangan 2-0 pada 2016 dan kemenangan 5-0 pada 2009.

Satu-satunya pertemuan kedua negara di ajang Piala Dunia juga dimenangkan Spanyol. Mereka mengalahkan Belgia 2-1 pada edisi 1990.

Namun demikian, Belgia memiliki tren positif. Setelah sempat kesulitan pada fase grup, mereka berhasil mencetak total 13 gol dalam lima pertandingan terakhir.

Dengan demikian, pertandingan diperkirakan berlangsung menarik karena kedua tim memiliki karakter permainan berbeda. Spanyol mengandalkan penguasaan bola dan organisasi permainan, sedangkan Belgia lebih berbahaya melalui transisi cepat.

Belgia memiliki kualitas individu untuk memberikan kejutan lewat Lukaku, Doku, Trossard, maupun De Ketelaere. Namun, disiplin pertahanan Spanyol dan dominasi lini tengah diprediksi menjadi pembeda dalam pertandingan ini.(hen/riz/jpc)

Prediksi Pemain

Spanyol (4-3-3): Unai Simon; Pedro Porro, Pau Cubarsi, Aymeric Laporte, Marc Cucurella; Rodri (c), Pedri, Dani Olmo; Lamine Yamal, Mikel Oyarzabal, Alex Baena.

Pelatih: Luis de la Fuente.

Belgia (4-3-3): Thibaut Courtois; Timothy Castagne, Nathan Ngoy, Brandon Mechele, Maxim De Cuyper; Amadou Onana, Nicolas Raskin; Jeremy Doku, Youri Tielemans, Leandro Trossard; Charles De Ketelaere.

Pelatih: Rudi Garcia.

Editor : Agus Jaka Purnama
#Spanyol vs Belgia #romelu lukaku #Luis de la Fuente #la furia roja #luis garcia