radarsampit.jawapos.com-Laga 16 besar Piala Dunia 2026 antara Argentina versus Mesir berjalan dramatis, dengan 5 gol tercipta, pada Selasa (7/7) kick off pukul 23.00 WIB di Atlanta Stadium, AS.
Berjalannya babak pertama, Argentina sang juara bertahan langsung ditekan oleh Mohamed Salah dan kawan-kawan. Hasilnya, Mesir lebih dulu membuka keunggulan pada menit ke-14 melalui sundulan Yasser Ibrahim yang memanfaatkan umpan lambung dari sisi kanan.
Argentina pun memiliki kesempatan menyamakan kedudukan, lima menit berselang setelah Nicolas Tagliafico dilanggar Haissem Hassan di kotak penalti.
Namun, Lionel Messi gagal menjalankan tugasnya sebagai eksekutor. Tendangan penaltinya berhasil ditepis kiper Mesir, Mostafa Shoubir, yang tampil apik pada babak pertama.
Selanjutnya Argentina terus menekan. Silih berganti Messi dan kolega menciptakan peluang, tetapi seluruhnya mampu digagalkan Mostafa Shoubir. Babak pertama bertahan 1-0 untuk Mesir.
Baca Juga: Prediksi Argentina vs Mesir di 16 Besar Piala Dunia 2026. Jadi Panggung Dua Mega Bintang
Pada babak kedua, Argentina langsung inisiatif menyerang. Rodrigo De Paul sempat mengancam lewat tendangan jarak jauh pada menit ke-47, tetapi bolanya mudah diamankan Shoubir.
Mesir kemudian mencetak gol kedua pada menit ke-53 melalui Mostafa Zico, memanfaatkan serangan balik cepat yang dibangin Marwan Attia, Haissem Hassan, dan Mohamed Salah. Namun, gol tersebut dianulir wasit, setelah pemeriksaan VAR menunjukkan Marwan Attia lebih dulu melakukan pelanggaran terhadap Lisandro Martinez.
Argentina terus menekan, namun belum membuahkan hasil, dan Mesir berhasil menggandakan keunggulan pada menit ke-67. Serangan balik cepat yang dimotori Mohamed Salah diteruskan kepada Haissem Hassan sebelum mengirim umpan apik ke Mostafa Zico. Penyerang Mesir itu pun sukses menaklukkan kiper Argentina Emiliano Martinez untuk unggul 2-0.
Mesir pun hampir memperbesar keunggulan pada menit ke-77, saat Trezeguet berhadapan langsung dengan Emiliano Martinez. Namun, penyelesaian akhirnya melebar dari sasaran.
Argentina yang terus menekan akhirnya memperkecil ketertinggalan di menit 79. Berawal dari umpan lambung Lionel Messi dari sisi kanan, Cristian Romero berhasil menyundul bola menjadi gol. Skor berubah menjadi 2-1.
Situasi pun mulai berpihak kepada Albiceleste. Pada menit ke-82, Messi menciptakan peluang melalui tekanan di sisi kiri pertahanan Mesir sebelum mengirim umpan kepada Lautaro Martinez. Sayangnya, sundulan penyerang Inter Milan itu masih melenceng dari gawang.
Gol penyeimbang akhirnya tiba di menit ke-84. Messi yang menunggu moment di dalam kotak penalti melepaskan tembakan keras, yang gagal dihentikan Mostafa Shoubir, setelah ia menerima umpan reborn dari rekannya. Skor pun berubah menjadi 2-2.
Menjelang injury time, Argentina terus menekan. Hasilnya, tepat pada menit 90+2, Lisandro Martinez mengirim umpan ke dalam kotak penalti dari sektor kanan, yang disambut sundulan Enzo Fernandez menjadi gol, setelah salah satu bek Mesir gagal melakukan pengawalan. Gol tersebut membawa Argentina berbalik unggul 3-2, sekaligus memastikan kemenangan dramatis mereka untuk lolos ke babak 8 besar.
Pelatih Mesir Merajuk, Merasa Wasit Tidak Adil
Sementara itu usai laga, pelatih Timnas Mesir Hossam Hassan, mengungkapkan kemarahannya dan menilai ada 'ketidakadilan wasit". Ia pun sambil menyatakan bahwa tidak akan menonton sisa pertandingan apa pun di Piala Dunia edisi kali ini.
"Saya memutuskan untuk tidak menonton sisa pertandingan apa pun di Piala Dunia kali ini karena kurangnya keadilan; ketika saya kembali ke negara saya, saya tidak akan menonton pertandingan apa pun,"paparnya.
Ia menilai, wasit asal Prancis, François Letexier itu memicu kontroversi besar setelah menganulir sebuah gol timnas Mesir, dan mengesahkan gol lain yang dipertanyakan keabsahannya untuk tim Tango.
Saat Hassan ditanya dalam konferensi pers pasca-pertandingan, apakah timnas Mesir dihukum saat melawan Argentina akibat pernyataannya yang mendukung Palestina, dan ia menjawab, “Saya tidak ingin membawa masalah ini ke arah itu.”tukasnya.
Hassan menambahkan, “Kemarin (dalam konferensi pers sebelum pertandingan) saya berbicara tentang masalah kemanusiaan, anak-anak kecil yang dibunuh, di sini tidak ada yang merasa apa-apa, seharusnya media mendukung perjuangan Palestina,"ujarnya, saat menghubungkan laga tersebut dengan urusan di Palestina.
Pelatih itu melanjutkan, “Di Gaza, anak-anak mengenakan kaos klub dan tim nasional Eropa. Mereka mencintai kalian, tetapi kalian tidak peduli pada mereka.”ungkapnya.
Dalam laga itu Hassan juga mendapatkan kartu kuning dari wasit atas sikap protesnya.
“Saya mengatakan kepadanya bahwa apa yang terjadi tidak adil, dan bahwa Argentina meraih kemenangan yang tidak pantas hari ini.” tuturnya.
Hassan juga mengungkapkan, “Saya mengatakan kepada para pemain setelah pertandingan bahwa saya bangga pada mereka, dan bahwa tim ini akan berkembang. Saya tidak mengharapkan lebih dari itu dari mereka; kita bisa menantang lawan mana pun asalkan keadilan terjamin.”sebutnya lagi.
Sementara itu di laga terakhir babak 16 besar, Timnas Swiss memastikan lolos ke babak perempat final Piala Dunia 2026. Mereka mengalahkan Timnas Ekuador melalui adu penalti.
Hingga babak tambahan waktu, kedua tim sama kuat 0-0 sehingga laga dilanjut ke babak adu penalti. Di babak adu penalti, Swiss menang dengan skor 4-3.
Selanjutnya, Swiss akan berhadapan dengan Timnas Argentina di babak delapan besar mendatang.(int/gs)