Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Borneo FC vs Persebaya Surabaya Bakal Jadi Ajang Adu Piawai Kiper

Agus Jaka Purnama • Kamis, 5 Maret 2026 | 23:00 WIB

Ernando Ari dan Nadeo Argawinata
Ernando Ari dan Nadeo Argawinata

radarsampitjawapos.com- Laga antara Borneo FC versus Persebaya Surabaya pada pekan ke-25 Super League 2025/2026, digelar Sabtu, 7 Maret 2026 di Stadion Segiri Samarinda. Duel ini bakal mempertemukan dua kiper terbaik Indonesia saat ini, yakni Nadeo Argawinata dan Ernando Ari.

Keduanya tampil konsisten sepanjang musim dan menjadi tulang punggung pertahanan masing-masing tim.

Dalam daftar lima kiper dengan jumlah penyelamatan terbanyak, dua nama dari laga ini masuk jajaran teratas.

Mike Hauptmeijer dari Bali United memimpin daftar dengan 90 penyelamatan dari 23 pertandingan. Tepat di bawahnya ada Nadeo Argawinata dari Borneo FC yang mencatatkan 87 penyelamatan sepanjang musim.

Posisi ketiga ditempati Aldo Geraldo Manuel Monteiro dari PSBS Biak dengan 81 penyelamatan. Sementara Ernando Ari dari Persebaya Surabaya berada di posisi keempat dengan 77 penyelamatan dari 22 pertandingan.

Daftar lima besar ditutup oleh Cahya Supriadi dari PSIM Yogyakarta yang mengoleksi 74 penyelamatan musim ini. Statistik tersebut menunjukkan betapa ketatnya persaingan para penjaga gawang di Super League.

Nadeo Argawinata tampil sebagai salah satu kiper paling stabil bersama Borneo FC musim ini. Dari 23 pertandingan yang ia jalani sebagai starter, kiper Timnas Indonesia itu bermain penuh selama 2.070 menit.

Catatan kebobolan Nadeo juga tergolong solid dengan rata-rata satu gol per pertandingan. Ia mencatatkan delapan clean sheets yang membantu Borneo FC tetap kompetitif di papan klasemen.

Kemampuan penyelamatan Nadeo menjadi salah satu keunggulan utama yang dimiliki Pesut Etam. Ia mencatatkan rata-rata 3,4 penyelamatan per pertandingan dengan tingkat keberhasilan mencapai 77 persen.

Selain piawai menepis tembakan, Nadeo juga berperan penting dalam membangun serangan dari belakang. Ia mencatatkan akurasi operan mencapai 92 persen dengan rata-rata 13,9 operan akurat per pertandingan.Distribusi bola panjang Nadeo juga cukup baik dengan akurasi 59 persen.

Dominasi Nadeo di udara juga menjadi nilai tambah penting. Ia mencatatkan 100 persen kemenangan duel udara, menandakan kepercayaan diri tinggi saat menghadapi bola mati atau umpan silang lawan.

Meski begitu, Nadeo tetap memiliki catatan yang perlu diperhatikan. Sepanjang musim ini ia tercatat melakukan satu kesalahan yang berujung pada tembakan lawan.Namun secara keseluruhan, performanya tetap stabil dan disiplin. Ia hanya mengoleksi satu kartu kuning tanpa kartu merah sepanjang musim berjalan.

Di kubu Persebaya Surabaya, Ernando Ari juga menunjukkan kualitas yang tidak kalah impresif. Kiper muda andalan Timnas Indonesia itu sudah bermain dalam 22 pertandingan dengan total 1.980 menit.

Rata-rata kebobolannya sama dengan Nadeo, yakni satu gol per pertandingan. Ernando juga mencatatkan tujuh clean sheets yang membantu Green Force menjaga keseimbangan tim.

Ernando memiliki statistik identik dengan rivalnya. Ia mencatatkan 3,4 penyelamatan per pertandingan dengan tingkat keberhasilan mencapai 77 persen.Distribusi bola Ernando juga cukup baik dalam membantu sirkulasi permainan. Ia mencatatkan akurasi operan sebesar 79 persen dengan rata-rata 11 operan akurat per pertandingan.

Sementara itu, akurasi bola panjangnya berada di angka 57 persen dengan 3,6 percobaan per laga. Dalam aspek bertahan, Ernando mencatatkan rata-rata 3,2 bola yang berhasil dipulihkan per pertandingan. Ia juga hanya dilewati dribel lawan sebanyak 0,09 kali per laga.

Dominasi di udara juga terlihat dari statistik duel udara yang mencapai 100 persen kemenangan. Meski frekuensinya tidak terlalu tinggi, catatan ini menunjukkan ketegasan Ernando di area penalti.

Namun ada satu catatan yang menjadi perhatian bagi kiper berusia 23 tahun tersebut. Ia tercatat melakukan enam kesalahan yang berujung pada tembakan lawan sepanjang musim.

Jumlah itu menjadi tantangan bagi Ernando untuk meningkatkan konsistensi pengambilan keputusan. Kesalahan kecil dari kiper sering berujung pada peluang emas bagi lawan.

Meski demikian, dari sisi disiplin Ernando tampil sangat tenang sepanjang musim. Ia belum menerima kartu kuning maupun kartu merah dalam 22 pertandingan yang dijalani.

Jika lini depan kedua tim sama-sama tajam, maka hasil pertandingan bisa sangat ditentukan oleh siapa yang tampil lebih solid di bawah mistar. Segiri Samarinda pun siap menjadi saksi adu refleks antara Nadeo dan Ernando.(riz/hen/jpc)

Editor : Agus Jaka Purnama
#ernando ari #nadeo argawinata #Borneo FC vs Persebaya Surabaya #stadion segiri samarinda #Super League 2025 2026