radarsampitjawapos.com- FIFA akan memantau perkembangan Iran menyusul dimulainya aksi militer Amerika Serikat sebagai tuan rumah Piala Dunia musim panas ini, dengan negara Timur Tengah tersebut memastikan satu tempat di kompetisi sepak bola terbesar antarnegara itu.
Presiden Donald Trump, yang menerima Hadiah Perdamaian FIFA dari presiden FIFA Gianni Infantino pada Desember lalu, mengumumkan dimulainya serangan rudal terhadap Iran pada akhir pekan lalu, menyebut misi tersebut sebagai operasi tempur besar.
Iran lolos ke putaran final Piala Dunia melalui Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) dan tergabung di Grup G bersama Belgia, Selandia Baru, dan Mesir, tetapi dengan Amerika meluncurkan serangan rudal, sekretaris jenderal FIFA Mattias Grafstrom langsung angkat bicara.
"Saya membaca berita (tentang Iran) pagi ini dengan cara yang sama seperti Anda," kata Grafstrom pada pertemuan umum tahunan Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional di Cardiff, Wales, pada Sabtu (28/2).
"Kami mengadakan pertemuan hari ini dan masih terlalu dini untuk berkomentar secara detail (mengenai aksi militer tersebut), tetapi kami akan memantau perkembangan seputar semua isu di seluruh dunia."
"Kami telah melakukan pengundian babak final (untuk pembagian fase grup) di Washington yang diikuti oleh semua tim (negara), dan fokus kami adalah pada Piala Dunia yang aman dengan semua tim berpartisipasi.
"Kami akan terus berkomunikasi seperti biasa dengan tiga pemerintah (tuan rumah Amerika, Meksiko, dan Kanada) seperti yang selalu kami lakukan dalam situasi apa pun. Semua orang akan aman," tutup Garafstrom.
Nantinya Los Angeles akan menjadi tuan rumah dua pertandingan untuk Iran, sementara Seattle akan menggelar pertandingan raksasa sepak bola asia ini untuk melawan tim nasional Mesir pada (27/7) mendatang.
Sementara itu, Presiden federasi sepak bola Iran Mehdi Taj belum mengetahui apakah timnas negaranya bisa main di Piala Dunia 2026. Hal itu menyusul serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap negaranya.
Serangan militer AS dan Israel ke Iran terjadi hari kedua pada Minggu (1/3). Pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, membuat masa depan Republik Islam tidak pasti dan ancam stabilitas regional.
Taj menambahkan, kompetisi domestik telah dihentikan sementara. Keputusan final terkait partisipasi Iran di Piala Dunia 2026 tetap berada di tangan otoritas olahraga Iran.
”Para petinggi olahraga yang harus memutuskan soal itu,” jelasnya.
"Yang pasti adalah setelah serangan (militer) ini, kita (Iran) tidak bisa berharap untuk menantikan Piala Dunia dengan penuh optimisme," kata Mehdi Taj kepada portal olahraga Varzesh3. Pernyataan itu disampaikan saat Iran membalas serangan Israel.
Dalam kompetisi antarnegara musim panas nanti, Iran masuk Grup G dan dijadwalkan main di Los Angeles. Di sana, Iran akan lawan Selandia Baru dan Belgia, lalu melawan Mesir di Seattle.
Amerika Serikat bertindak sebagai tuan rumah bersama Kanada dan Meksiko. Turnamen yang paling meriah di olahraga ini dimulai 12 Juni sampai final pada 20 Juli.
Penggemar Iran sudah dilarang masuk Amerika Serikat lewat larangan perjalanan yang diumumkan pemerintahan Trump. Larangan ini terjadi sebelum konflik militer pecah.(bra/ba/jpc)
Editor : Agus Jaka Purnama