Gol Solo Run Rachmat Irianto Jadi Sorotan Pekan ke-18 Super League 2025-2026
Slamet Harmoko• Senin, 26 Januari 2026 | 13:01 WIB
Kolase foto Rachmat Irianto (jawapos.com)
SURABAYA, Radarsampit.jawapos.com – Gol solo run spektakuler Rachmat Irianto menjadi momen paling menyita perhatian pada pekan ke-18 Super League 2025/2026. Aksi luar biasa tersebut terjadi saat Persebaya Surabaya menundukkan PSIM Yogyakarta dengan skor telak 3-0, Minggu (25/1/2026).
Masuk sebagai pemain pengganti pada babak kedua, Rachmat Irianto—akrab disapa Rian—mencetak gol lewat aksi individu memukau. Berawal dari lini pertahanan sendiri, gelandang bertahan Persebaya itu menggiring bola melewati sejumlah pemain lawan sebelum menaklukkan kiper PSIM.
Lari 70 Meter dalam 9 Detik
Berdasarkan perhitungan JawaPos.com, Rian berlari sejauh 70 meter hanya dalam waktu 9 detik sejak menerima bola hingga melepaskan tembakan. Catatan tersebut menunjukkan kecepatan sekitar 28,33 kilometer per jam, angka yang jarang tercipta dalam pertandingan kompetitif.
Gol ini pun langsung disebut sebagai salah satu gol terbaik pekan ke-18, bahkan digadang-gadang masuk kandidat gol terbaik musim Super League 2025/2026.
Kecepatan, keberanian, dan ketenangan Rian dalam menyelesaikan peluang membuat gol tersebut terasa istimewa, terlebih karena ia bukan pemain berposisi penyerang.
Tavares Puas dengan Performa Babak Kedua
Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, mengaku sangat puas dengan performa anak asuhnya, terutama setelah turun minum. Menurutnya, permainan Green Force berkembang signifikan pada babak kedua.
“Saya rasa tim kami di babak kedua banyak berkembang, begitu juga para pemain yang masuk ke dalam permainan,” ujar Tavares usai laga.
Pelatih asal Portugal itu menilai Persebaya pantas meraih kemenangan karena mampu menciptakan banyak peluang berbahaya.
“Di babak kedua, kami pantas menang karena menciptakan banyak peluang,” tegas mantan pelatih PSM Makassar tersebut.
Meski menang 3-0, Tavares menyebut timnya sebenarnya bisa mencetak gol lebih banyak. Namun ia tetap mengingatkan pemain agar tidak cepat puas.
“Kita harus tetap rendah hati. Saat menang bukan berarti semuanya sempurna, dan saat kalah bukan berarti semuanya buruk,” katanya.
Julukan ‘Rian Diego Armando Maradona’
Secara khusus, Bernardo Tavares memberikan pujian unik kepada Rachmat Irianto. Terpesona dengan gol solonya, ia bahkan memberi julukan yang langsung viral di kalangan suporter.
“Kalau saya melihat gol ini hari ini dan belum pernah mengenal Rian sebelumnya, saya akan bilang namanya Rian Diego Armando Maradona,” ucap Tavares.
Pujian itu langsung disambut antusias oleh Bonek, suporter Persebaya Surabaya, di media sosial. Banyak yang menilai performa Rian mencerminkan kerja keras dan mentalitas rendah hati yang diwarisi dari sang ayah, almarhum Bejo Sugiantoro, legenda Persebaya.
Statistik Efisien Meski Hanya 28 Menit
Menariknya, gol solo run tersebut dicetak Rian meski ia hanya bermain selama 28 menit. Dari waktu singkat itu, ia mencatat Expected Goals (xG) 0,43 dan mencetak satu gol dari satu percobaan.
Kontribusi tersebut menunjukkan efektivitas tinggi Rachmat Irianto sekaligus mempertegas perannya sebagai pemain kunci Persebaya Surabaya di Super League 2025/2026.