radarsampit.jawapos.com-Harga tiket Piala Dunia 2026 sempat terbilang sangat tinggi oleh penggemar sepak bola, khususnya di Eropa. Dampaknya, stadion bisa saja dipenuhi kursi kosong saat event itu digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko pada 2026 mendatang. Isu ini punmenjadi pembicaraan di kalangan penggemar sepak bola dunia.
Ketika mengajukan diri sebagai tuan rumah, mereka menjanjikanharga tiket dijual mulai dari USD 21. Namun, ketika FIFA akhirnya mengonfirmasi struktur harga resmi Piala Dunia, angka tersebut sama sekali tidak terlihat.
Tak sedikit penggemar yang sebelumnya sudah mendaftarkan minat membeli tiket, namun memilih mundur perlahan setelah harga resmi diumumkan ke publik.
Penjualan tiket melalui asosiasi nasional masih dibuka hingga 13 Januari 2026. Setelah tenggat itu, akan terlihat jelas apakah ada asosiasi yang gagal menjual seluruh kuota tiket mereka.
Kekecewaan publik pun semakin besar setelah terungkap bahwa tiket termurah untuk partai final dibanderol lebih dari USD 4.000 (Rp 67 juta) atau tiga kali lebih mahal dibandingkan tiket premium final Piala Dunia 2022.
Merespon hal itu, kelompok pendukung dari Eropa secara terbuka menyebut harga tersebut "sangat mahal". Di sisi lain, pembelaan FIFA atas keputusannya mengambil potongan 15 persen dari pembeli dan penjual tiket yang dijual kembali melalui jalur resmi, justru memperkeruh suasana dan memancing kemarahan penggemar sepak bola di berbagai negara.
Namun, kecaman terhadap harga tiket Piala Dunia 2026 itu, akhirnya membuat panitia Piala Dunia kemudian meluncurkan kategori tiket dengan harga diskon baru, pada Selasa (16/12).
Badan pengatur sepak bola global, FIFA, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka telah membuat sejumlah terbatas ‘Tingkat Tiket Pendukung’ dengan harga tetap 60USD untuk semua 104 pertandingan, termasuk final.
Disebutkan bahwa rencana tersebut dirancang untuk lebih mendukung para penggemar yang melakukan perjalanan untuk mengikuti tim nasional mereka di sepanjang turnamen.
FIFA menyatakan bahwa tiket seharga $60 (51 euro) akan diperuntukkan bagi penggemar tim yang lolos kualifikasi dan akan mencakup 10 persen dari alokasi masing-masing federasi nasional.
Kelompok penggemar Football Supporters Europe (FSE), yang pekan lalu menyebut harga-harga tersebut ‘sangat mahal’ dan ‘astronomis,’ menanggapi dengan mengatakan bahwa FIFA menawarkan terlalu sedikit.
"Meskipun kami menyambut baik pengakuan FIFA atas kerusakan yang akan ditimbulkan oleh rencana awalnya, revisi tersebut belum cukup," kata FSE dalam sebuah pernyataan, (16/12).
FSE mengatakan harga tiket hampir lima kali lebih tinggi daripada tahun 2022 di Qatar, dan menyebut penetapan harga FIFA untuk tahun 2026 sebagai pengkhianatan monumental terhadap tradisi Piala Dunia.
"Jika seorang pendukung mengikuti tim mereka dari pertandingan pertama hingga final, biayanya minimal 6.900USD," demikian pernyataan saat itu, menambahkan bahwa penyelenggara Piala Dunia
telah menjanjikan tiket dengan harga mulai dari 21USD dalam dokumen penawaran yang dirilis pada tahun 2018.
Menariknya, FIFA sama sekali tidak menunjukkan kekhawatiran. Dari perkiraan awal pendapatan tiket sekitar USD 1,8 miliar, angka tersebut kini melonjak tajam hingga diproyeksikan mencapai USD3 miliar.
Salah satu penyebab utama lonjakan ini adalah penerapan sistem penetapan harga dinamis. Melalui skema ini, tiket untuk laga-laga yang dianggap paling diminati akan otomatis dijual lebih mahal dibandingkan pertandingan lain.
Sistem seperti ini sebenarnya bukan hal baru dan sudah lama menuai kritik tajam, baik di sepak bola maupun industri hiburan secara umum.
Meski demikian, FIFA tetap mengklaim minat terhadap tiket Piala Dunia 2026 sangat "luar biasa". Hanya saja, sebagian besar minat tersebut disebut berasal dari tiga negara tuan rumah.
Apakah antusiasme global akan sebanding dengan harga yang dipatok? Jawabannya mungkin baru benar-benar terlihat saat turnamen dimulai.(sh/ey/jpc)
Editor : Agus Jaka Purnama