Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Tinggal Kenangan, Perjuangan 2 Tahun Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia 2026

Agus Jaka Purnama • Minggu, 12 Oktober 2025 | 22:00 WIB
Pemain timnas Indonesia saat menghadapi Irak, Minggu (12/10) dini hari wib.
Pemain timnas Indonesia saat menghadapi Irak, Minggu (12/10) dini hari wib.

radarsampit.jawapos.com- Perjalanan panjang sekitar 2 tahun, Timnas Indonesia menuju Piala Dunia 2026 akhirnya tinggal kenangan. Dua tahun penuh harapan itu dimulai di pelatih Shin Tae-yong dan berakhir di era Patrick Kluivert.

Mimpi besar Skuad Garuda menembus ajang tertinggi sepak bola dunia  itu terasa nyata.Dari performa yang menanjak, semangat pemain muda serta dukungan supporter menjadi bahan bakar utama sepanjang perjalanan di kualifikasi zona Asia.

Mulai Oktober 2023 saat Indonesia menyingkirkan Brunei Darussalam di kualifikasi Ronde 1. Kemudian dua kemenangan telak 6-0 di kandang dan tandang menjadi sinyal awal optimisme.

Kemenangan itu mengantar  timnas Indonesia ke Ronde 2 untuk menghadapi lawan yang lebih berat. Irak dan Filipina menjadi rintangan awal, namun hasilnya belum memuaskan dengan satu kekalahan dan satu hasil imbang.

Memasuki 2024, skuad Garuda mulai menunjukkan perubahan signifikan. Dalam dua laga pertama padaMaret 2024, Jay Idzes dan Kawan-kawan  tampil mengesankan dengan kemenangan beruntun atas Vietnam, masing-masing 1-0 di Jakarta dan 3-0 di Hanoi.

Selanjutnya, meski sempat kalah 0-2 dari Irak, timnas Indonesia menutup ronde 2 dengan kemenangan 2-0 atas Filipina dan memastikan tiket ke ronde 3 kualifikasi zona Asia. Babak ke 3 menjadi ujian sesungguhnya bagi skuad Garuda. Pada fase ini mereka menghadapi para raksasa Asia seperti Arab Saudi, Australia, Jepang, China, dan Bahrain.

Perjalanan di Ronde 3 diawali tiga hasil seri. Dengan bermain penuh disiplin, Timnas Indonesia bisa menahan imbang Arab Saudi 1-1, Australia 0-0, dan Bahrain 2-2. Namun di fase berikutnya, dua kekalahan dari China (1-2) dan Jepang (0-4) membuat posisi Indonesia sempat goyah di klasemen.

Namun begitu, mental pemain tak runtuh. Pada laga penutup tahun 2024, timnas Indonesia bangkit dengan kemenangan 2-0 atas Arab Saudi di SUGBK, yang disambut meriah para supporter timnas.

Memasuki tahun 2025, kans ke Ronde 4 terbuka lebar. Ujian berat langsung datang ketika bertandang ke Australia, dan timnas Indonesia kalah telak 1-5. Beruntung, skuad Garuda kembali menemukan ritme permainan saat tampil di kandang. Kemenangan 1-0 atas Bahrain dan 1-0 atas China membuat peluang ke babak selanjutnya terbuka.

Namun saat bertemu timnas Jepang, kembali menjadi momok menakutkan. Kekalahan 0-6 saat bertandang ke Tokyo membuat langkah Indonesia hampir terhenti, meski tiket ke Ronde 4 bisa tetap diraih berkat poin dan selisih gol yang cukup.

Pada ronde 4 ini lah babak penentuan menuju mimpi Piala Dunia 2026. Tongkat estafet kepelatihan pun berpindah dari Shin Tae-yong ke Patrick Kluivert, mantan legenda timnas Belanda yang diharapkan membawa harapan lebih.

Namun, dua laga perdana di bawah Kluivert tak sesuai harapan. Timnas Indonesia harus mengakui keunggulan Arab Saudi 2-3 di kandangnya, dan menutup perjuangan dengan kekalahan 0-1 dari Irak di Jeddah, Minggu (12/10) dini hari WIB.

Harapan untuk menembus putaran final Piala Dunia 2026 pun pupus. Namun perjuangan selama dua tahun timnas Indonesia layak diapresiasi. Selama itu, total 18 pertandingan di empat ronde kualifikasi telah dijalani. Dari seluruh laga tersebut, Tim Garuda mencatat 9 kemenangan, 3 imbang, dan 6 kekalahan, hasil yang menunjukkan optimisme besar dalam sepak bola nasional.

Perjalanan dua tahun itu menjadi kisah perjuangan yang layak dikenang. Dari Brunei hingga Arab Saudi, dari Shin Tae-yong hingga Kluivert, skuad Garuda telah menunjukkan pada dunia, bahwa Indonesia bukan lagi tim penggembira di Asia. Hal itu juga pencapaian tertinggi sepanjang sejarah sepak bola nasional di level kualifikasi Piala Dunia.

Padahal, untuk bisa melangkah ke putaran final, Indonesia hanya perlu finis sebagai juara grup atau runner-up terbaik untuk mendapat tiket play-off antarkonfederasi.

Sementara itu, pasca kegagalan menembus Piala Dunia 2026, pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert juga belum memutuskan bagaimana masa depannya di Skuad Merah Putih. Ia lebih memilih untuk melakukan evaluasi bersama seluruh skuad.

“Saat ini belum ada rencana. Kami perlu berefleksi terhadap apa yang telah kami lakukan, namun saya benar-benar tidak memiliki jawabannya,” kata Kluivert seperti dikutip dari Antara.

Dirinya juga mengaku kecewa dengan kekalahan atas Irak karena ia menilai timnya bermain lebih baik.“Pertama-tama saya sangat kecewa. Jika melihat jalannya pertandingan, kami tampil jauh lebih baik, tetapi hasilnya lagi-lagi tidak berpihak kepada kami,” ungkapnya lagi.

Dirinya pun tidak menyalahkan para pemainnya, karena bagi Kluivert, Skuad Garuda sudah bermain maksimal dan tekad yang kuat buat menang.

“Saya sangat bangga dengan para pemain yang menunjukkan hati dan keberanian mereka di lapangan. Kami menciptakan peluang dan bermain sangat baik, tetapi satu momen bisa mengubah segalanya. Kami kalah karena satu aksi dan itu sangat menyakitkan,” ungkap mantan pemain Barcelona dan Ajax Amsterdam ini. (net/jpc)

 

Editor : Agus Jaka Purnama
#perjuangan #timnas irak #kualifikasi piala dunia #timnas indonesia #skuad garuda #patrick kluivert #timnas arab saudi #shin tae yong #piala dunia 2026 #tinggal kenangan