radarsampit.jawapos.com- Fabio Quartararo menegaskan, kontrak MotoGP berikutnya hanya akan ditandatangani untuk motor yang siap menang sejak balapan pertama.
Dilansir dari laman Crash pada Sabtu (9/8), pembalap Prancis itu saat ini terikat kontrak dengan Yamaha hingga akhir 2026, namun mengaku frustrasi dengan lambatnya kemajuan pabrikan Jepang itu dalam beberapa bulan terakhir.
Meski telah meraih empat posisi terdepan dan satu podium bersama Yamaha M1 yang ditingkatkan pada 2025, Quartararo harus menerima kenyataan bahwa Yamaha berada di posisi buncit klasemen konstruktor.
Yamaha tengah mengembangkan mesin V4 baru, dengan regulasi 2027 menjadi ujian besar bagi tim tekniknya.
Quartararo pun mengungkapkan prioritasnya adalah aspek olahraga, bukan semata nilai kontrak. Ia mencontohkan langkah Marc Marquez yang rela memutus kontrak dengan Honda demi motor kompetitif, meski harus kehilangan potensi pendapatan besar.
Juara dunia 2021 itu mengatakan perpanjangan kontraknya saat ini dipilih karena ingin memimpin proyek pengembangan.Namun, ia menegaskan untuk masa depan, fokusnya bukan lagi memimpin proyek, melainkan langsung mendapatkan motor yang bisa bersaing merebut kemenangan sejak hari pertama musim.
Quartararo juga menanggapi kisah mantan rekan setimnya, Maverick Viñales, yang mengakhiri kontrak lebih awal dengan Yamaha pada 2021.Viñales kemudian mengungkap penyesalannya menolak tawaran Ducati pada 2019-2020.
Bagi pembalap berusia 26 tahun ini, setiap pembalap memiliki jalannya masing-masing dan harus mengikuti keyakinan pribadi. Ia menegaskan keputusan kariernya akan selalu berdasarkan perasaan dan masukan dari keluarga serta tim dekatnya.
Quartararo pun mengaku siap menerima risiko, baik bertahan di tim saat ini maupun pindah ke tim lain, selama keputusan tersebut diambil dengan keyakinan penuh.(ris/cm/jpc)
Editor : Agus Jaka Purnama