Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Sejumlah Fakta Kegagalan Real Madrid di Musim 2024/2025 dan Piala Dunia Antarklub 2025

Agus Jaka Purnama • Jumat, 11 Juli 2025 | 21:25 WIB
Selebrasi pemain PSG Ousmande Dembele usai mencetak gol ke gawang Real Madrid pada semifinal Piala Dunia Antarklub 2025.
Selebrasi pemain PSG Ousmande Dembele usai mencetak gol ke gawang Real Madrid pada semifinal Piala Dunia Antarklub 2025.

Direktur utama klub asal Spanyol Real Madrid Florentino Pérez, telah menetapkan target tinggi untuk musim 2024–2025, termasuk ingin mencapai final Piala Dunia Antarklub yang baru diperluas diedisi tahun ini.

Demi mencapainya, klub ini melakukan perubahan besar termasuk menunjuk Xabi Alonso sebagai pelatih baru, serta mendatangkan pemain-pemain bintang seperti Trent Alexander-Arnold dan Dean Huijsen.

Namun, ambisi tersebut gagal terwujud, karena Madrid justru menutup musim lalu dengan performa mengecewakan dan pencapaian di bawah standar. Bahkan baru-baru tadi di semifinal Piala Dunia Antarklub, klub berjuluk Los Blancos ini dibantai PSG dengan skor telak 4-0.

Berikut sejumlah  fakta kegagalan Real Madrid pada musim 2024/25 yang mengungkapkan kelemahan taktis hingga statistik pertahanan, dilansir dari laman Bein Sports pada Jum'at (11/7).

Real Madrid hanya meraih dua dari tujuh trofi yang mungkin didapat: Piala Super UEFA dan Piala Interkontinental.

Kekalahan telak 4-0 dari PSG di semifinal Piala Dunia Antarklub 2025 menjadi pukulan besar bagi ambisi klub. Bisa dikatakan hal ini menunjukkan kesenjangan performa antara Madrid dan klub-klub elite Eropa saat ini.

Selain itu, tim mencatat rekor 68 pertandingan resmi, jumlah terbanyak dalam sejarah klub. Namun mereka juga kebobolan 84 gol jumlah yang menyamai musim 1998–99. Dalam lebih banyak laga.Rata-rata kebobolan 1,24 per laga menunjukkan lini pertahanan yang jauh dari standar Madrid.

Kemudian, Real Madrid kerap harus mengimprovisasi di lini belakang akibat krisis cedera, memakai gelandang seperti Camavinga, Tchouaméni, dan Valverde sebagai bek.

Kendala fisik bukan satu-satunya masalah,  tim juga gagal membentuk identitas taktis yang konsisten.Hasil buruk melawan klub-klub besar memperkuat tanda bahwa struktur permainan Madrid sedang goyah.

Parahnya lagi, total 15 kekalahan diterima Madrid musim ini terbanyak sejak musim 2018–2019 pasca hengkangnya Cristiano Ronaldo. Mereka tersingkir lebih awal dari LaLiga, Liga Champions, dan Piala Super Spanyol. Musim ini dipandang sebagai kegagalan besar dibandingkan harapan tinggi yang dicanangkan manajemen dan pendukung.(set/jpc)

 

Editor : Agus Jaka Purnama
#real madrid #Musim 2024 2025 #Kegagalan #psg #florentino perez #Piala Dunia Antar Klub 2025 #xabi alonso