radarsampit.jawapos.com- Joao Pedro membuka rekening golnya untuk Chelsea dengan gol gemilang di semifinal Piala Dunia Antarklub, saat tumbangkan Fluminense dengan skor 2-0 pada Rabu (9/7) dini hari WIB.
Namun, pemain Brasil berusia 23 tahun tersebut menolak untuk merayakan gol pertamanya untuk tim London barat ini walaupun ia mencetak gol spektakuler.
Pedro memulai aksi menyerang dengan merebut bola dari kaki lawan sebelum mengoper bola kepada Pedro Neto yang sudah berada di sisi sayap kiri untuk melakukan umpan silang.
Tetapi, umpan Neto berhasil dihalau, kemudian bola jatuh ke Pedro, bekas pemain Brighton ini langsung melepaskan tembakan melengkung sempurna ke tiang jauh dari luar kotak penalti untuk membawa The Blues membuka skor di partai semifinal ini.
Beberapa pemain Chelsea seperti Neto bereaksi tak percaya setelah gol yang begitu memukau, sementara yang lain berlari ke arah Pedro untuk merayakan, tetapi rekrutan baru The Blues itu itu hanya mengangkat tangannya ke udara tanpa melakukan selebrasi.
Alih-alih merayakan, Joao Pedro justru meminta maaf kepada para penggemar Fluminense. Striker 23 tahun itu adalah produk akademi El Flu. Ia menjalani debut profesionalnya bersama klub Rio de Janeiro tersebut pada awal 2019.
Lalu ia bermain penuh selama satu musim bersama Fluminense dengan membukakan 10 gol dalam 37 penampilan sebelum bergabung memutuskan merantau ke Inggris dengan berseragam Watford pada Januari 2020.
Setelah masa-masa sukses bersama Watford dan kemudian bersama Brighton, Pedro pindah ke Chelsea dan penampilan perdananya sebagai starter terjadi saat melawan klub masa kecilnya ini.
“Tidak, saya rasa tidak akan. Ini bukan tentang mencoba mengakhiri impian siapa pun, tetapi saya harus melakukan pekerjaan saya. Saya harus melakukan tugas saya. Tentu saja, saya sangat berterima kasih kepada Fluminense, tetapi saya tidak bisa berhenti melakukan pekerjaan saya ini," ujar Pedro.
Pedro kemudian mencetak gol keduanya di babak kedua dan juga menolak merayakan gol tersebut. Sebuah sentuhan berkelas dari seorang pemain yang tampaknya ditakdirkan untuk menjadi bintang di London.
Lalu sang pelatih mengambil keputusan dengan mengganti pemain barunya dengan Nicolas Jackson, enam menit setelah ia mencetak gol, sehingga Joao Pedro kehilangan kesempatan untuk mencetak hattrick di laga debutnya.(bra/ed/jpc)
Editor : Agus Jaka Purnama