Radarsampit.jawapos.com - Setelah rampung direvitalisasi dengan dana ratusan miliar, Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang resmi dibuka secara daring oleh Presiden Prabowo Subianto pada 17 Maret 2025 lalu.
Itu bersamaan dengan peresmian 16 stadion lainnya di berbagai daerah di Indonesia.
Stadion yang telah memenuhi standar FIFA ini kini siap digunakan untuk pertandingan, terutama oleh Arema FC yang sebelumnya terpaksa berkandang di Blitar.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Malang M.Hidayat mengungkapkan, saat ini telah dilakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Arema FC untuk memanfaatkan stadion setiap kali ada event.
Baik untuk latihan maupun pertandingan. "Kami sudah melakukan pertemuan awal dengan manajemen Arema FC, dan stadion rencananya akan digunakan untuk latihan mulai hari ini, meskipun tertutup untuk umum," kata Dayat seperti dikutip dari Jawa Pos Radar Malang (Jawa Pos Group).
Biaya sewa stadion bervariasi tergantung jenis kegiatan dan waktu. Untuk latihan, tarifnya berkisar antara Rp 3 juta hingga Rp 6 juta, sedangkan untuk pertandingan, biayanya antara Rp 60 juta hingga Rp 70 juta.
"Biaya pertandingan juga tergantung waktu. Jika diadakan siang hari, biayanya sekitar Rp 60-Rp70 juta, sedangkan jika malam hari bisa lebih tinggi karena ada tambahan biaya penerangan," ucapnya.
Dalam waktu dekat, Mabes Polri akan melakukan penilaian risiko sebagai tindak lanjut dari asesmen yang telah dilakukan oleh Polda Jatim.
Penilaian ini bertujuan untuk mempersiapkan pertandingan dengan melengkapi kekurangan yang ada, termasuk menciptakan skenario untuk mengatasi penumpukan suporter.
Dayat menyebutkan bahwa sebagian besar masukan dari hasil risk assessment Polda Jatim telah dipenuhi, seperti fasilitas di ruangan pelatih dan VVIP.
Namun, ada beberapa hal yang masih perlu dilengkapi, termasuk ruang medis. Pemenuhan ruang medis ini akan diselesaikan menjelang pelaksanaan pertandingan, dengan instruksi dari bupati untuk bekerja sama dengan RSUD Kanjuruhan.
Panitia pelaksana pertandingan juga akan membantu dalam proses persiapan.
Berdasarkan hasil risk assessment, Stadion Kanjuruhan diperkirakan sudah layak untuk menggelar pertandingan dengan nilai sekitar 80 poin dalam kategori sangat baik.
Untuk melengkapi fasilitas yang kurang, Pemkab Malang menyiapkan dana sebesar Rp 3 miliar hingga Rp 4 miliar dari APBD, yang juga mencakup biaya pemeliharaan dan interior stadion.
Bupati Malang, H. M. Sanusi, menegaskan, pemanfaatan Stadion Kanjuruhan akan difokuskan pada kegiatan sepak bola, meskipun kegiatan olahraga lain seperti atletik yang sudah memiliki trek juga akan diizinkan.
Stadion Kanjuruhan, yang direnovasi sejak akhir 2023 oleh PT Waskita Karya dan Brantas Abipraya dengan anggaran sekitar Rp 357,8 miliar, diharapkan dapat menjadi pusat kegiatan olahraga di Kabupaten Malang.
Sebelum renovasi, Arema FC sempat mengusulkan untuk menjadi pengelola penuh stadion, namun setelah penyerahan stadion dari pemerintah pusat ke Pemkab Malang, Arema FC hanya akan berperan sebagai penyewa.
Media Officer Arema FC Toby Himawan menyatakan, saat ini masih berlangsung negosiasi antara Arema FC dan Pemkab terkait kerja sama yang akan dilaksanakan.
Arema FC berencana kembali ke kandang aslinya di Desa Kedungpendaringan, Kecamatan Kepanjen, pada laga melawan Madura United FC pada 13 April mendatang, dengan syarat MoU antara Pemkab dan Arema FC sudah tercapai.
Namun, Toby menegaskan, kepastian mengenai pertandingan tersebut baru bisa diberikan setelah libur Hari Raya Idul Fitri, mengingat kontrak pemakaian Stadion Soepriadi di Blitar masih berlaku hingga akhir musim. (jpg)
Editor : Slamet Harmoko