Latihan perdana dalam TC tersebut adalah meningkatkan kekuatan fisik para pemain timnas, karena hal itu merupakan salah satu kelemahan klasik timnas Garuda.
Latihan penguatan fisik ini dimulai dengan sesi gym untuk penguatan otot dan dilanjutkan dengan latihan adaptasi fisik di lapangan.
“Pada hari pertama latihan, kami fokus pada penguatan otot dan peningkatan fisik," kata bek muda Indonesia, Kadek Arel, Kamis (28/11), seperti dikutip dari Antara.
Karena Shin Tae-yong ingin ketahanan fisik para pemainnya terus meningkat, maka tidak heran jika latihan berat harus ditempuh, dan Kadek pun mengaku latihan pertama ini cukup berat.
"Kebetulan ini adalah hari pertama ya pasti di hari pertama adalah adaptasi latihan. Itu adalah sulit bagi saya, tapi itu dibilang coach Shin harus paksa diri sendiri. Teman-teman tadi maksimal semua, semoga bermanfaat," imbuh bek 19 tahun tersebut.
Penggawa Bali United itu menyadari kerja keras dan kekompakan tim di setiap pertandingan sangatlah penting. Ia berharap seluruh persiapan yang dilakukan dalam TC bisa berdampak positif bagi Indonesia di Piala AFF nanti.
Ia juga turut terpacu karena tim yang diturunkan dalam piala AFF tahun ini didominasi pemain-pemain U-22. Hal itu berarti turnamen sepak bola terakbar di Asia Tenggara ini bisa menjadi ajang pembuktian bahwa tim Garuda muda juga bisa berprestasi seperti seniornya.
"Harapan kita membawa Indonesia meraih emas di Piala AFF nanti dan astungkara semoga kita bisa memberikan prestasi buat masyarakat Indonesia," pungkasnya.
Sementara itu, pelatih Shin Tae-yong menilai Piala AFF tetaplah turnamen besar dan ia menggunakan para pemain muda agar mentalitas mereka semakin meningkat.
“AFF adalah turnamen yang cukup besar dan menjadi bagian dari persiapan SEA Games. Para pemain muda ini memiliki potensi besar yang dapat dikembangkan untuk membantu kemajuan sepak bola Indonesia di masa depan,” kata pelatih asal Korea Selatan itu, masih dikutip dari Antara.(ba/jpc)
Editor : Agus Jaka Purnama