Paul dilaporkan akan mengantongi bayaran sebesar USD40 juta dari duel ini. Sementara itu, Tyson, meskipun kalah, tetap membawa pulang USD20 juta sebagai kompensasi dari pertarungan tersebut.
Rekor tersebut menjadikan Tyson vs Paul sebagai acara olahraga bela diri dengan pendapatan tiket terbesar sepanjang sejarah negara bagian Texas. Sebelumnya, rekor ini dipegang oleh duel Canelo Alvarez vs Billy Joe Saunders pada 2021 dengan pendapatan USD9 juta.
Duel yang digelar di AT&T Stadium ini juga memecahkan rekor sebagai pendapatan tiket terbesar untuk tinju di luar Las Vegas. Pencapaian ini menjadi sorotan global, mengingat Las Vegas selama ini dikenal sebagai pusat tinju dunia.
Dalam pertarungan yang penuh sensasi itu, Jake Paul, bintang media sosial berusia 27 tahun, mengalahkan Mike Tyson yang berusia 58 tahun dengan kemenangan angka 78-74 di depan lebih dari 70.000 penonton.
Jake Paul masuk ke ring sebagai favorit taruhan, meskipun banyak yang meragukan kemampuannya menghadapi mantan juara dunia kelas berat. Namun, hasil akhirnya membuktikan usia tidak bisa dibohongi, bahkan oleh seorang Iron Mike.
Tyson, yang terakhir kali bertarung secara profesional pada 2005, kini mencatatkan rekor karier 50-7. Sebaliknya, Paul kini menambah catatan kemenangannya menjadi 11-1, sekaligus membuktikan kemampuannya di panggung besar.
Menurut pernyataan resmi dari Nakisa Bidarian, salah satu pendiri MVP, memecahkan rekor seperti ini merupakan tujuan utama mereka. "Kami ingin terus meningkatkan standar dengan menghadirkan acara yang menggetarkan dan tak terlupakan," ujarnya, dikutip dari Dallas News.
Selain penjualan tiket yang spektakuler, MVP juga menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat. Mereka menyediakan lebih dari 4.500 tiket gratis untuk veteran regional, kelompok militer aktif, pelajar, dan komunitas pusat kebugaran tinju remaja.
Langkah ini tidak hanya mencetak rekor pendapatan, tetapi juga membangun hubungan baik dengan komunitas. Dengan pendekatan ini, MVP memberikan pengalaman berharga kepada mereka yang biasanya tidak memiliki akses ke acara besar seperti ini.(jpc/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama