Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Prancis dan Portugal Susah Payah ke Babak 8 Besar

Agus Jaka Purnama • Selasa, 2 Juli 2024 | 22:00 WIB

DRAMATIS : Kapten timnas Portugal Cristiano Ronaldo saat ditenangkan rekannya, usai gagal melakukan eksekusi penalti, dalam babak 16 besar EURO 2024.
DRAMATIS : Kapten timnas Portugal Cristiano Ronaldo saat ditenangkan rekannya, usai gagal melakukan eksekusi penalti, dalam babak 16 besar EURO 2024.
Babak 16 besar Euro 2024 menyajikan pertandingan dramatis yang mempertemukan Perancis dan Belgia di Duesseldorf Arena, Dusseldorf, Jerman, pada Senin (1/7) malam WIB. Prancis berhasil melaju ke babak perempat final setelah meraih kemenangan tipis 1-0 atas Belgia berkat gol bunuh diri Jan Vertonghen di menit ke-85. Sementara itu, Portugal harus melalui adu penalti yang menegangkan untuk memastikan tempat di delapan besar setelah mengalahkan Slovenia.

Laga Prancis kontra Belgia berjalan dengan intensitas tinggi, dengan kedua tim saling menyerang sejak awal pertandingan. Belgia tampil dengan kekuatan penuh, berusaha menembus pertahanan solid Perancis yang dikawal oleh Raphael Varane dan Jules Kounde. Namun, hingga babak pertama usai, skor masih tetap imbang 0-0.

Memasuki babak kedua, Prancis mulai menunjukkan dominasinya. Peluang demi peluang tercipta, namun penyelesaian akhir yang kurang optimal membuat mereka kesulitan mencetak gol. Keberuntungan akhirnya berpihak kepada Perancis saat Jan Vertonghen membuat kesalahan fatal dengan mencetak gol bunuh diri di menit ke-85. Kesalahan ini terjadi saat Vertonghen mencoba menghalau umpan silang dari N'Golo Kante, namun bola malah masuk ke gawang sendiri.

Kemenangan ini sekaligus mencatatkan rekor baru bagi N'Golo Kante sebagai pemain dengan rentetan laga tanpa kekalahan terpanjang di ajang Euro. Gelandang andalan Prancis tersebut telah mentas dalam 12 pertandingan Piala Eropa dengan raihan tujuh kemenangan dan lima hasil imbang. Sementara itu, Jules Kounde dinobatkan sebagai pemain terbaik dalam laga ini.

"Bagi saya, ini adalah penampilan terbaik kami di kompetisi ini. Kami menciptakan banyak peluang, kami memainkan permainan yang komprehensif, dan gol di menit-menit akhir memastikan bahwa semua usaha kami tidak sia-sia," kata Kounde dikutip dari laman Euro 2024.

Usai pertandingan, pelatih timnas Prancis, Didier Deschamps, memberikan komentar mengenai perkembangan Kylian Mbappe yang masih bermain dengan topeng pelindung akibat patah tulang hidung.

"Dia mulai terbiasa dengan hal itu. Dia menjadi lebih baik dengan itu. Anda punya masalah soal keringat dan kami tahu keringat bisa masuk ke matanya," ujar Deschamps. "Dia mulai terbiasa dengan hal itu, namun hal tersebut dapat memengaruhi penglihatannya. Dia mengatakan bahwa dia seperti melihat sesuatu dalam bentuk 3D," tambah Deschamps. Meski belum memberikan kontribusi gol dalam gelaran Euro 2024, peran Mbappe tetap vital dalam serangan Prancis.

Prancis akan menghadapi Portugal di babak delapan besar Piala Eropa 2024. Portugal berhasil menyusul Prancis ke perempat final setelah menghentikan perjuangan Slovenia pada Selasa (2/7) dini hari WIB. Pertandingan ini berlangsung di Waldstadion, Frankfurt, dan berakhir dengan skor imbang 0-0 dalam waktu normal hingga tambahan waktu, sehingga pemenang harus ditentukan lewat adu penalti.

Laga Portugal vs Slovenia berjalan ketat sejak awal. Kedua tim sama-sama bermain hati-hati, dengan Portugal lebih banyak menguasai bola namun kesulitan menembus pertahanan kokoh Slovenia yang dikawal oleh Jan Oblak. Peluang terbaik Portugal datang menjelang akhir babak pertama tambahan waktu, ketika mereka mendapatkan penalti setelah pelanggaran di kotak terlarang. Cristiano Ronaldo, yang ditunjuk sebagai eksekutor, gagal menaklukkan Oblak. Bola hasil tendangannya ditepis oleh kiper Atletico Madrid tersebut.

Kegagalan penalti ini membuat Ronaldo sangat terpukul hingga menangis saat jeda babak tambahan. Dia harus ditenangkan oleh rekan-rekannya. Namun, dalam babak kedua tambahan waktu, kedua tim masih belum mampu mencetak gol, memaksa pertandingan dilanjutkan ke adu penalti.

Pada adu penalti, Ronaldo kembali maju sebagai eksekutor pertama untuk Portugal dan kali ini berhasil menaklukkan Oblak. Ronaldo memilih tidak merayakan gol tersebut, melainkan meminta maaf kepada para suporter yang memenuhi tribune. Eksekusi penalti berikutnya dari Bruno Fernandes dan Bernardo Silva juga berjalan sukses, sementara Diogo Costa berhasil menepis seluruh tendangan penalti tiga penendang Slovenia. Portugal pun menang 3-0 dalam adu penalti, memastikan tempat mereka di perempat final.

Kemenangan dramatis ini menunjukkan ketangguhan mental dan determinasi para pemain Portugal. Mereka berhasil bangkit dari kekecewaan dan menunjukkan performa terbaiknya di momen krusial. Diogo Costa yang berhasil menepis tiga penalti Slovenia menjadi pahlawan dalam pertandingan ini.(ep/jpc)

Editor : Agus Jaka Purnama
#portugal #prancis #belgia #Euro2024