MotoGP Mandalika Tembus 150 Ribu Penonton, Perputaran Uang Rp5 Triliun

Farid Mahliyannor • Dipublikasikan Senin, 12 Oktober 2026 | 20:13 WIB
BALAP MOTOR: Ajang MotoGP 2026 berlangsung meriah, ribuan penonton memadati tribun Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB). (Kemenpora)
BALAP MOTOR: Ajang MotoGP 2026 berlangsung meriah, ribuan penonton memadati tribun Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB). (Kemenpora)

 

Radarsampit.jawapos.com - Penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia atau MotoGP Mandalika 2026 terbukti menjadi katalisator kuat bagi pariwisata dan perekonomian nasional. 

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana menegaskan bahwa ajang balap internasional ini semakin mengukuhkan posisi Indonesia sebagai destinasi sport tourism (wisata olahraga) kelas dunia.

Pernyataan tersebut disampaikan Menpar Widiyanti saat menghadiri upacara pembukaan MotoGP Mandalika 2026 bersama Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (11/10/2026).

Baca Juga: Ironis! Saat Karhutla Mengancam, Empat Pipa Sumur Bor di Bukit Batu Malah Hilang

"MotoGP Mandalika merupakan agenda strategis nasional dalam pengembangan sport tourism di Indonesia. Keberhasilan penyelenggaraan ajang balap kelas dunia ini tentu tidak lepas dari kolaborasi yang kuat dari berbagai pihak," ujar Menpar Widiyanti.

Memasuki tahun keempat penyelenggaraannya, antusiasme masyarakat domestik maupun internasional terus menunjukkan tren positif. Penyelenggaraan MotoGP Indonesia 2026 ini bahkan mencetak rekor pengunjung tertinggi yang menembus lebih dari 150 ribu orang.

Lonjakan wisatawan ini berbanding lurus dengan peningkatan perekonomian daerah. Direktur Utama InJourney, Maya Watono, memproyeksikan dampak ekonomi ganda (multiplier effect) dari event tahun ini mencapai angka Rp5 triliun.

Baca Juga: Pabrik Pakan Parenggean, Harapan Baru Peternak Kotim

Angka ini sejalan dengan kajian Bappenas pada tahun sebelumnya yang mencatat dampak ekonomi nasional berada di kisaran Rp2,7 triliun hingga Rp4,7 triliun.

Menpar Widiyanti menambahkan bahwa efek ganda tersebut dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar. Hal ini terlihat dari tingkat okupansi hotel yang mencapai 100 persen di kawasan Mandalika dan 90 persen di Kota Mataram.

Selain itu, terjadi lonjakan signifikan pada volume penumpang transportasi udara serta omzet para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.

Baca Juga: Empat Desa di Katingan Belum Terjangkau Internet, Starlink jadi Andalan

Pemerintah berkomitmen untuk memastikan bahwa manfaat ajang olahraga internasional ini tidak hanya dirasakan saat kompetisi berlangsung, tetapi mampu mendorong pertumbuhan kunjungan wisatawan secara jangka panjang.

"Olahraga merupakan salah satu tema pariwisata yang sangat potensial untuk terus dikembangkan. Secara global, olahraga telah terbukti menjadi magnet pariwisata yang sangat efektif. Karena itu, kita perlu terus bersinergi agar sport tourism di Indonesia dapat tumbuh semakin baik," pungkas Menpar Widiyanti.

Melalui kolaborasi strategis lintas kementerian dan pihak swasta, Indonesia diharapkan tidak hanya dikenal sebagai lokasi penyelenggaraan kompetisi global, tetapi juga sebagai destinasi yang menyajikan pengalaman wisata yang berkarakter, berkualitas, dan berkelanjutan. (jpg)

 

 

 

Editor : Farid Mahliyannor
Nusa Tenggara Barat (NTB) grand prix motogp lombok tengah mandalika