Indonesia Bidik Nomor Satu Dunia dari Rumput Laut

Farid Mahliyannor • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 21:04 WIB
Petani rumput laut memanen budidaya perikanan.
Petani rumput laut memanen budidaya perikanan.

 

Radarsampit.jawapos.com - Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji menargetkan Indonesia menjadi produsen rumput laut terbesar di dunia. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) pun segera menyiapkan ekosistem industri rumput laut nasional dari hulu hingga hilir.

“Insya Allah jajaran Kemenperin siap mengambil langkah-langkah untuk mempersiapkan ekosistem industri rumput laut ini sebagai satu potensi baru yang membanggakan kita semua,” ujar Sarmuji dalam keterangan tertulis, Rabu (7/10).

Menurutnya, pengembangan rumput laut menjadi bagian dari agenda industrialisasi dan hilirisasi. Komoditas tersebut memiliki potensi besar karena dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah, mulai dari pangan, agar dan karagenan hingga bahan baku farmasi, kosmetik, nutraceutical, biomaterial dan bioplastik.

“Mudah-mudahan ini menjadi langkah penting agar produksi rumput laut Indonesia dan seluruh hilirisasinya bisa menjadikan produksi rumput laut Indonesia nomor satu di dunia,” katanya.

Sarmuji mengatakan, pengembangan industri rumput laut diarahkan untuk membangun rantai nilai yang terintegrasi, meningkatkan kapasitas industri, mendorong inovasi, membuka pasar baru serta memperkuat daya saing produk Indonesia.

Baca Juga: Penanganan Karhutla belum Terbukti Hilangkan Kabut Asap, Bara di Lahan Gambut Terus Menjalar

Upaya tersebut sejalan dengan ISDAP 2026–2030 yang diinisiasi dan dikoordinasikan Kementerian PPN/Bappenas. Arah pengembangan juga dimasukkan dalam Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) 2026–2045 yang saat ini dalam proses finalisasi.

Menurutnya, potensi rumput laut juga sejalan dengan kinerja industri manufaktur nasional. Pada triwulan II 2026, industri pengolahan nonmigas tumbuh 5,32 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29 persen.

Sarmuji menekankan pengembangan industri rumput laut tidak hanya mengejar produksi, tetapi juga harus memperhatikan keberlanjutan, ketersediaan bahan baku, kualitas lingkungan, efisiensi sumber daya dan kesejahteraan masyarakat di sentra produksi.

Baca Juga: Palangka Raya masih Dikepung Karhutla, Kabut Asap Tak Kunjung Pergi

Pemerintah juga mendorong sinergi antara pemerintah, swasta, lembaga pembiayaan, riset, inovasi, teknologi hingga kerja sama internasional. Langkah tersebut diharapkan mampu membangun rantai nilai rumput laut sekaligus mengoptimalkan potensi ekonomi biru Indonesia.

“Kementerian Perindustrian siap berkontribusi dalam memperkuat hilirisasi, nilai tambah, daya saing, dan akses pasar, serta terus bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan,” pungkasnya. (jpg)

 

Editor : Farid Mahliyannor
kemenperin rumput laut industri Pasar Dunia ekspor