PLN UIP KLB Raih Platinum ISDA 2026 Berkat Pelestarian Hutan Adat Rungan

Dodi Abdul Qadir • Dipublikasikan Rabu, 30 September 2026 | 21:12 WIB
LUAR BIASA : PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Barat (UIP KLB) meraih Platinum Award pada Indonesian SDGs Awards (ISDA) 2026 Kategori Lingkungan melalui program “Perlindungan Keanekaragaman Hayati di Hutan Adat Rungan”. FOTO: IST/RADAR SAMPIT
LUAR BIASA : PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Barat (UIP KLB) meraih Platinum Award pada Indonesian SDGs Awards (ISDA) 2026 Kategori Lingkungan melalui program “Perlindungan Keanekaragaman Hayati di Hutan Adat Rungan”. FOTO: IST/RADAR SAMPIT

 

JAKARTA, Radarsampit.jawapos.com – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Barat (UIP KLB) meraih Platinum Award pada Indonesian SDGs Awards (ISDA) 2026 Kategori Lingkungan melalui program Perlindungan Keanekaragaman Hayati di Hutan Adat Rungan.

Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Peduli tersebut dilaksanakan UIP KLB melalui UPP KLB 3 bersama Yayasan Borneo Nature Indonesia (YBNI) dan Masyarakat Hukum Adat Rungan.

Program ini mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) 15 tentang Ekosistem Daratan, khususnya perlindungan keanekaragaman hayati di Bentang Alam Rungan Kahayan.

Baca Juga: 31 PNS Kotim Purna Tugas, Dua Di Antaranya Minta Pensiun Atas Permintaan Sendiri

General Manager PLN UIP KLB Susilo mengatakan, penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas kolaborasi PLN bersama masyarakat dan berbagai pihak dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Penghargaan ini bukan hanya tentang pencapaian PLN, tetapi tentang bagaimana kolaborasi dapat memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat,” ujar Susilo, Selasa (29/9/2026).

Program tersebut diarahkan pada penguatan kapasitas masyarakat adat, pengembangan Kaleka, serta penguatan kelembagaan dan hukum adat sebagai fondasi tata kelola Hutan Adat Rungan berbasis kearifan lokal.

Baca Juga: Bupati Kotim Minta Kepsek Tegas Bina Guru yang Kurang Disiplin

Upaya pelestarian juga dilakukan melalui penanaman 9.000 pohon serta penyediaan sarana perlindungan kawasan berupa satu unit kelotok patroli dan satu unit pondok untuk mendukung pengawasan dan pelestarian hutan.

CEO YBNI Anton Nurcahyo mengatakan, keterlibatan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga hutan dan keanekaragaman hayati secara berkelanjutan.

“Perlindungan hutan dan keanekaragaman hayati membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat yang hidup berdampingan dengan kawasan,” ungkapnya. (soc/daq/fm)

 

Editor : Farid Mahliyannor
uip kalbagbar KLB prestasi penghargaan pln