Ratusan Siswa hingga Lansia Diduga Keracunan MBG, Dapur SPPG Disetop

Slamet Harmoko • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 10:46 WIB

 

Korban diduga keracunan MBG saat mendapatkan perawatan di RSUD Batang. (metropekalongan)
Korban diduga keracunan MBG saat mendapatkan perawatan di RSUD Batang. (metropekalongan)

Radarsampit.jawapos.com – Sebanyak 244 siswa, guru, hingga orang tua murid di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Para korban mengalami sejumlah gejala, mulai dari mual, pusing hingga muntah.

Data tersebut dihimpun hingga Rabu (23/9) malam. Para korban berdatangan secara bergelombang ke Puskesmas Bawang dan sejumlah rumah sakit rujukan untuk mendapatkan penanganan medis.

Korban berasal dari beberapa satuan pendidikan di Kecamatan Bawang, di antaranya SD 3 Bawang, SD Pasusukan, TK PAUD Al Ikhlas, TK PAUD Harapan Bunda, dan TK Pertiwi.

Tidak hanya siswa, keluhan juga dialami sejumlah guru serta orang tua dan lansia yang ikut mengonsumsi makanan MBG setelah jatah anak mereka dibawa pulang.

Para korban yang membutuhkan penanganan lebih lanjut dirujuk ke Puskesmas Bawang, RSUD Limpung, dan RSUD Batang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang Bambang Suryantoro Sudibyo mengatakan pihaknya telah turun langsung memantau kondisi para siswa yang mendapatkan perawatan.

“Malam ini teman-teman sudah ada di lokasi, dari pengawas kemudian beberapa kepala SD di Puskesmas Bawang untuk memantau situasi anak-anak kita. Sebagian sudah bisa pulang, sebagian masih menjalani perawatan. Ada sekitar empat orang, dari orang tua dan simbah murid, yang dirujuk ke RSUD Batang,” ujar Bambang, Rabu malam.

Bambang meminta sekolah memberikan kelonggaran bagi siswa yang terdampak agar tidak memaksakan diri mengikuti kegiatan belajar sebelum kondisi mereka pulih.

“Himbauan dari saya, sementara kalau memang anak-anak belum fit, bisa belajar di rumah sampai kondisinya fit. Untuk pasokan MBG selanjutnya, kalau anak-anak masih belum masuk ya jangan kita terima dulu. Ada beberapa guru juga yang merasakan mual karena ikut makan MBG,” jelasnya.

Dapur SPPG Disetop Sementara

Pemerintah Kabupaten Batang langsung mengambil langkah dengan menghentikan sementara operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok makanan MBG kepada para korban.

Wakil Bupati Batang Suyono mengatakan dapur SPPG yang berada di kawasan KUD Desa Bawang tersebut melayani sekitar 2.700 penerima manfaat.

“SPPG yang bersangkutan kita berhentikan sementara pengirimannya. Ini bagian dari kontrol kita yang harus diefektifkan kembali. Sudah berulang kali saya sampaikan, jaga SOP benar-benar karena ini berkaitan dengan makanan. Jika ada kesalahan dalam mengolah atau tidak higienis, bisa menimbulkan keracunan yang mengancam jiwa,” tegas Suyono.

Berdasarkan informasi warga, makanan yang diduga menjadi sumber keluhan merupakan menu MBG yang dibagikan pada Selasa (22/9).

Menu tersebut terdiri atas nasi putih, mix sayur, tahu mendoan, telur bolognese, dan anggur. Keluhan mulai dirasakan beberapa jam setelah makanan dikonsumsi, terutama pada sore hingga malam hari.

Saat ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Batang telah mengambil sampel makanan untuk menjalani pemeriksaan laboratorium. Hasil pemeriksaan tersebut akan digunakan untuk memastikan penyebab munculnya gejala yang dialami para korban.

“Kita panggil Korwil dan pengelola SPPG-nya. Jika nanti terbukti ada kelalaian berat dan tidak ada pertanggungjawaban, SPPG tersebut bisa terancam ditutup permanen,” pungkas Suyono.

Editor : Slamet Harmoko
keracunan MBG Batang RSUD Batang Korban keracunan MBG keracunan mbg