Prabowo Ingin Bensin dari Batu Bara, ESDM Sebut Jerman dan Afrika Selatan Jadi Contoh

Farid Mahliyannor • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 21:56 WIB

 

TUMPUKAN BATU BARA: Pemerintah melalui Kementerian ESDM berencana mengolah batu bara menjadi bensin (coal-to-liquid) untuk menekan impor BBM.
TUMPUKAN BATU BARA: Pemerintah melalui Kementerian ESDM berencana mengolah batu bara menjadi bensin (coal-to-liquid) untuk menekan impor BBM.

 

Radarsampit.jawapos.com - Presiden Prabowo Subianto menginginkan pemanfaatan sumber daya alam Indonesia dapat dimaksimalkan lewat pengembangan bensin berbahan dasar batu bara.

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM, Tri Winarno, menegaskan rencana ini bukan hal baru, karena teknologi coal-to-liquid sudah lama dikembangkan dan digunakan di sejumlah negara.

"Jadi gini, kalau di dunia ini dimulai coal-to-liquid itu sudah lama. Bahkan di Jerman itu pada saat Jerman Timur itu mereka merubah karena di Jerman Timur enggak ada sumber minyak, mereka merubah yang batu bara menjadi minyak untuk tank," ujar Tri saat ditemui di Balai Sudirman, Jakarta Selatan, Senin (21/9/2026).

Baca Juga: Diana Setiawan: Raperda Pendidikan Harus Sesuai Kondisi Geografis dan Kebutuhan Masyarakat Kotim

Selain Jerman, Tri mencontohkan perusahaan asal Afrika Selatan, Sasol Ltd., yang berhasil mengubah batu bara menjadi bensin sejak masa politik apartheid, saat negara tersebut diembargo negara-negara lain sehingga terpaksa mencairkan cadangan batu baranya.

"Terus kemudian kita lihat Sasol misalnya di Afrika Selatan. Dulu dia kena politik apartheid, terus di-ban oleh negara-negara lain, maka dia mencairkan batubara, Sasol itu sampai sekarang sekitar kira-kira 300 ribu barel per hari. Jadi memang sudah ada kalau itu," jelas Tri.

Terkait negara mitra yang akan digandeng dalam pengembangan teknologi ini, Tri menyebut pemerintah masih melakukan evaluasi, dengan penekanan lebih pada kecocokan teknologi ketimbang asal negaranya.

Baca Juga: Pemkab Kotim Ingin Perluas Jaringan Air Bersih ke Selatan, Namun Terbentur Keterbatasan Anggaran

"Nanti beberapa sedang dievaluasilah. Tentang negaranya kan enggak terlalu ini, yang penting teknologinya lah," katanya.

Sebelumnya, Prabowo menyampaikan keinginannya mengembangkan bensin dari batu bara ini mengikuti jejak keberhasilan program biodiesel B50 berbahan campuran minyak kelapa sawit, sebagai upaya mengurangi ketergantungan impor bahan bakar.

Ia menyebut para akademisi dari fakultas teknik di Indonesia telah berhasil menciptakan bahan bakar dari sumber daya lokal, yakni minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO).

Baca Juga: Pemkab Kotim Soroti Guru ASN Tak Mengajar Meski Sudah Terima SK, Sanksi Bisa Berujung Pemberhentian

"Profesor-profesor kita yang pintar, yang benar pintarnya ya, bukan yang profesor tadi itu. Dari fakultas-fakultas teknik kita sudah berhasil bikin solar dari kelapa sawit, dan sudah bisa membikin bensin dari kelapa sawit, dan kita juga nanti akan bikin juga bensin dari batu bara," kata Prabowo dalam acara Syukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026).

Pemerintah menegaskan pengembangan bensin dari batu bara ini akan terus dimatangkan seiring proses evaluasi teknologi dan mitra kerja sama yang paling sesuai untuk diterapkan di Indonesia. (jpg)

Editor : Farid Mahliyannor
bensin esdm energi terbarukan sumber daya alam batu bara