Viral Kawah Anak Krakatau Mirip Telur Ceplok, Ternyata Ini Penyebabnya

Slamet Harmoko • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 11:24 WIB
Penampakan kawah Gunung Anak Krakatau yang terlihat menyerupai telur ceplok. Fenomena tersebut terjadi akibat interaksi air, gas vulkanik, sulfur, serta batuan dan mineral di lingkungan kawah. (FOTO: ISTIMEWA/KALTIM POST)
Penampakan kawah Gunung Anak Krakatau yang terlihat menyerupai telur ceplok. Fenomena tersebut terjadi akibat interaksi air, gas vulkanik, sulfur, serta batuan dan mineral di lingkungan kawah. (FOTO: ISTIMEWA/KALTIM POST)

Radarsampit.jawapos.com – Penampakan kawah Gunung Anak Krakatau yang menyerupai telur ceplok menarik perhatian setelah videonya beredar luas di media sosial.

Dari udara, bagian kawah terlihat memiliki perpaduan warna kuning dan putih yang membuatnya tampak seperti telur ceplok. Warna kuning terlihat di bagian genangan, sementara material berwarna putih mengelilinginya.

Namun, tampilan tersebut bukanlah bentuk kawah yang aneh. Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) Daryono menjelaskan, fenomena itu berkaitan dengan proses geokimia yang berlangsung secara alami di kawasan gunung api aktif.

Menurut Daryono, terdapat genangan air di dasar kawah. Air tersebut kemudian berinteraksi dengan gas vulkanik, terutama senyawa sulfur atau belerang, serta batuan dan mineral yang mengalami perubahan akibat aktivitas hidrotermal.

Interaksi tersebut menghasilkan perbedaan warna yang cukup mencolok.

Bagian berwarna kuning berkaitan dengan sulfur dan material mineral yang terbentuk atau terlarut akibat aktivitas vulkanik. Sementara itu, warna putih di sekitar genangan berasal dari batuan dan mineral yang mengalami alterasi akibat kontak dengan fluida serta gas bersuhu tinggi.

Jika dilihat dari udara, perpaduan warna tersebut membuat kawah Anak Krakatau tampak seperti telur ceplok. Genangan di bagian tengah menyerupai kuning telur, sedangkan material berwarna putih di sekelilingnya memberikan kesan seperti putih telur.

Proses Alami di Kawasan Gunung Api

Daryono menyebut kondisi tersebut merupakan bagian dari proses acid-sulfate alteration, yakni perubahan mineral dan batuan akibat interaksi antara fluida, air, dan gas vulkanik yang mengandung senyawa asam.

Proses tersebut berkaitan dengan sistem hidrotermal yang terdapat di kawasan gunung api. Aktivitas fluida dan gas dapat memengaruhi kondisi batuan maupun mineral di sekitar kawah.

Karena aktivitas gunung api terus berlangsung, tampilan kawah juga dapat mengalami perubahan dari waktu ke waktu.

Setelah terjadi erupsi, misalnya, sistem hidrotermal dan suplai gas di dalam kawah dapat berubah. Kondisi tersebut kemudian dapat memengaruhi bentuk, warna, hingga kondisi genangan di dasar kawah.

Dengan demikian, penampakan kawah Anak Krakatau yang terlihat seperti telur ceplok merupakan gambaran dari proses geokimia dan hidrotermal yang berlangsung di lingkungan gunung api aktif.

Editor : Slamet Harmoko
telur ceplok kawah anak krakatau